Religi

Kiat-kiat Mencari Nafkah dalam Islam, Ustadz Adi Hidayat Ingatkan Halal dan Berkah

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan kiat-kiat mencari nafkah sesuai aturan Islam.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
kanal youtube Adi Hidayat Official.
Ustadz Adi Hidayat membeberkan tentang kiat-kiat mencari nafkah dalam Islam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan kiat-kiat mencari nafkah sesuai aturan Islam.

Dikatakan Ustadz Adi Hidayat, bagi yang beriman kepada Allah SWT akan mematuhi seluruh pedoman kehidupan dari Allah dan Rasul-Nya.

Ustadz Adi Hidayat menuturkan pedoman itu didesain untuk memuliakan, memudahkan mensukseskan, dan membahagiakan kehidupan umat muslim.

Termasuk pula dalam bekerja atau mencari nafkah, harus berpedoman pula pada aturan dan ketentuan agama.

Mencari nafkah adalah kewajiban dari suami atau para laki-laki kepada keluarganya. Sudah sepatutnya rezeki yang dinafkahkan dari sumber dan cara yang halal agar menuai berkah.

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Jabarkan Doa Naik Kendaraan, Dihindarkan dari Ketersesatan hingga Dizalimi  

Baca juga: Amalan Istighfar di Bulan Rajab, Buya Yahya Imbau Juga Tingkatkan di Waktu-waktu Lainnya

Ustadz Adi Hidayat menerangkan pedoman tersebut ada yang diterapkan di kehidupan di rumah tangga, suami dan istri memiliki peran, di antaranya termaktub pada Surah An-Nisa ayat 34.

Surat An-Nisa Ayat 34

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Ar-rijālu qawwāmụna 'alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba'ḍahum 'alā ba'ḍiw wa bimā anfaqụ min amwālihim, faṣ-ṣāliḥātu qānitātun ḥāfiẓātul lil-gaibi bimā ḥafiẓallāh, wallātī takhāfụna nusyụzahunna fa'iẓụhunna wahjurụhunna fil-maḍāji'i waḍribụhunn, fa in aṭa'nakum fa lā tabgụ 'alaihinna sabīlā, innallāha kāna 'aliyyang kabīrā

Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

"Ar-rijalu menunjuk kepada satu ketegasan, laki-laki disebut demikian karena menggambarkan kekokohan, ketegapan. Jadi jika disebut laki-laki kokoh, tegap, berwibawa, tidak melambai sesuai dengan Allah tetapkan," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Para suami mengemban tugas sebagai pembimbing, pengayom, dan pelindung dalam kehidupan rumah tangga.

Baca juga: Manfaat Rasa Asam, Asin, dan Manis pada Makanan, dr Zaidul Akbar Sarankan Tak Konsumsi Berlebihan

Kepemimpinan dan perlindungan keluarga dari suami adalah agar mendekatkan kepada Allah SWT.

Laki-laki didesain oleh Allah pada dirinya untuk mencari nafkah, hal ini sangat mulia Islam telah mengatur tugas laki-laki untuk menafkahi keluarganya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved