Kuliner Kalsel
Kuliner Kalsel - Penjual Jajanan Tradisional di Terminal Rantau Kabupaten Tapin Tetap Eksis
Kuliner Kalsel. Penjual jajanan tradisional tetap bertahan dari gerusan zaman, lokasinya di Jalan By Pass, Terminal Kota Rantau, Kabupaten Tapin.
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kuliner Kalsel. Para penjual jajanan tradisional terlihat menata kue-kue khas, setelah beberapa di antaranya dibeli pengunjung.
Namun, ada pula yang membeli untuk dijual kembali di tempat lain.
Pemandangan itu terlihat di kawasan By Pass Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Lokasi tepatnya, Terminal Rantau. Sedangkan jajanan tradisional itu, yakni berbagai varian rasa Dodol Kandangan, wajik, cingkaruk, kacang sangrai, rimpi, rangai, selai pisang, hingga gulali.
Baca juga: Griya Yatim Dhuafa di Mentaos Kota Banjarbaru Ditutup Setelah Seorang Pengelolanya Ditahan Polisi
Baca juga: Anak Asuh Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Banjarbaru Tertekan dan Kekurangan Gizi.
Baca juga: Pengelola Dilaporkan Terlibat Penganiayaan, Panti Griya Yatim Dhuafa Banjarbaru Kerap Pindah Tempat
Meski terus digerus zaman, marak penjualan dengan menempati toko di kawasan rama atau bahkan memasarkannya melalui online atau market place, mereka tetap eksis.
Diceritakan Aciel Ilien, penjual jajanan tradisional, buka saat sore hingga pukul 22.00 Wita.
Sasaran utama adalah pengendara atau penumpang angkutan umum yang mampir di Terminal Rantau.
"Paling banyak biasanya yang beli penumpang menuju Kalimantan Timur," ujar Ilien kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (14/1/2023).
Baca juga: Meresahkan dan Gigit Empat Warga, Seekor Anjing Liar di Kota Rantau Kalsel Ditembak Mati
Baca juga: Seluk Beluk Kota Gaib Saranjana Kotabaru: Lokasi, Sejarah, Cerita Ifan Seventeen dan Tantri Kotak
Selain penumpang bus yang biasa mampir di Terminal Rantau sebelum menuju Kaltim, pembeli dodol dan lainnya ini juga banyak oleh warga yang menuju Banjarmasin.
Tujuannya, tidak lain sebagai oleh-oleh, menandakan datang dari wilayah Hulu Sungai.
Pembelinya pun cukup beragam, ada yang dengan jumlah sedikit untuk konsumsi, ada pula yang memborong dengan jumlah banyak untuk dijual kembali.
Masih kata Ilien , jika membeli dengan jumlah banyak, maka harga bisa lebih murah. Terlebih lagi jika untuk dijual lagi.
Baca juga: Pasrah Dibekuk, Mahasiswa Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur Digiring ke Mapolres Balangan
Baca juga: Operasi SAR Gabungan Sisir Lokasi Sekitar Nelayan Jatuh dari Kapal di Perairan Sebuku Kotabaru
Baca juga: Kedapatan Petugas Polsek KPL Banjarmasin Bawa Pisau Lipat, Pria Sulawesi Terancam 10 Tahun Penjara
Sementara itu, diungkapkan Aisyah, juga penjual jajanan tradisional, kebanyakan kue khas ini didatangkan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
"Memang banyak diolah di sana, kami di sini hanya memasarkan," timpal Aisyah
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)
Kuliner Kalsel
jajanan tradisional
Terminal Rantau
Berita Banjarmasinpost Hari Ini
By Pass Rantau
Kota Rantau
Kabupaten Tapin
Renyah dan Gurih Cocok untuk Lebaran, Begini Cara Bikin Kue Kacang Bimoli |
![]() |
---|
Kisah Pembuat Kue Batang Lapuk dari HSS, Lara Bikin Ratusan Toples di HUT Kabupaten |
![]() |
---|
Ragam Kuliner Banjar di Selanjung Pudak Banjarmasin, Harga Mulai Rp 6 ribu Hingga Rp 14 ribu |
![]() |
---|
Maknyusnya Mi Kikil Legendaris di Banjarmasin, Dikelola Generasi Ketiga |
![]() |
---|
Resep Maknyus Bakwan Pangsit Ayam Udang Yang Renyah dan Gurih |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.