Religi
Solusi Tetap Puasa Rajab Tanpa Melupakan Qadha Ramadhan, Simak Ceramah Buya Yahya
Bagi yang ingin melaksanakan puasa Rajab namun masih ada utang puasa Ramadhan, simak ceramah Buya Yahya.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Bagi yang ingin melaksanakan puasa Rajab namun masih ada utang puasa Ramadhan, simak ceramah Buya Yahya.
Dari aturan Islam, Buya Yahya menuturkan utang puasa Ramadhan bersifat wajib maka harus diqadha terlebih dahulu sebelum menunaikan puasa sunnah.
Terlebih dikatakan Buya Yahya, meninggalkan puasa Ramadhan bukan karena uzur syar'i melainkan sebab kelalaian atau kemalasan.
Kini telah masuk bulan Rajab 1444 Hijriyah, kurang lebih dua bulan lagi menuju bulan Ramadhan 1444 Hijriyah, umat muslim diperintahkan menunaikan ibadah puasa satu bulan penuh.
Meski demikian, tidak semua orang bisa mengerjakan puasa secara penuh di Bulan Ramadhan. Adakalanya sejumlah hambatan dijumpai baik bagi laki-laki maupun perempuan. Misalnya sedang haid, hamil, dan menyusui bagi perempuan.
Baca juga: Fitrah Wanita Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Imbau Tak Curhat Sembarangan
Baca juga: Si Pedas Memberi Manfaat, dr Zaidul Akbar Beberkan Khasiat Cabai Mampu Kontrol Kolesterol
Buya Yahya menjelaskan bagi kaum muslimin yang tidak mengerjakan puasa Ramadhan karena kelalaian maka harus segera menggantinya selepas bulan Ramadhan.
"Dan tidak diperkenankan orang yang bandel tersebut berpuasa sunnah bahkan hukumnya haram sebelum membayar utang puasa wajib yang ditinggalkan," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.
Sementara umat muslim yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena uzur syar'i misal sakit, musafir atau bepergian, hamil, melahirkan, dan menyusui maka dikatakan Buya Yahya boleh-boleh saja menunaikan puasa sunnah, misalnya puasa Senin Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa Daud sebelum mengganti utang puasa Ramadhan.
Namun, Buya Yahya memberikan solusi yang baik yakni bagi kaum muslimin yang juga ingin memperbanyak puasa sunnah di bulan Rajab saat ini, bisa melaksanakan qadha puasa Ramadhan sekaligus mendapatkan pahala puasa sunnah di bulan Rajab dan bulan-bulan lainnya.
"Caranya cukup bayar utang puasa wajib, maka sekaligus mendapatkan puasa sunnah di bulan Rajab, misalnya qadha puasa bertepatan di hari Senin dan Kamis atau hari-hati Ayyamul Bidh pertengahan bulan, utang puasa lunas, bonusnya dapat pahala puasa sunnah di bulan Rajab atau bulan-bulan lainnya bisa dilakukan, cukup diniatkan qadha puasa saja, niat puasa sunnahnya tidak perlu," papar Buya Yahya.
Untuk mengganti puasa Ramadhan, waktunya adalah mulai dari lebaran Idul Fitri hingga sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Sehingga waktu yang diberikan adalah sekitar setahun saja.
Seseorang yang tidak mengetahui pasti jumlah utang puasa, disarankan Buya Yahya agar memastikan jumlahnya.
Sebab jika tidak dipastikan atau dikira-kira maka akan menyebabkan orang tersebut akan selalu waswas di tengah ketidakpastian.
Baca juga: Hukum Membaca Shalawat Badar, Ceramah Ustadz Abdul Somad Jelaskan Amalan Pasti Diterima Allah SWT
"Dia tidak ngerti sudah cukup atau belum, maka paling enak dia duduk sebentar untuk memperkirakan utang puasanya," jelas Buya Yahya.
Cara menghitungnya Buya Yahya menjabarkan, dimulai dari menghitung saat seseorang sudah mulai baligh, bagi perempuan mengalami menstruasi pertama kali.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2025, Buya Yahya Sebut Boleh Geser Hari Karena Udzur |
![]() |
---|
Jadwal 1 Rabiul Awal 1447 Hijriyah, Ustadz Adi Hidayat Urai Amalan Sholawat bagi Umat Muslim |
![]() |
---|
Hukum Merayakan Maulid Nabi bagi Umat Islam, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat |
![]() |
---|
Bacaan Sholawat Ibrahimiyah Bisa Diamalkan di Bulan Maulid, Ustadz Adi Hidayat Urai Hikmahnya |
![]() |
---|
Bacaan Doa Buka Puasa Senin Kamis, Buya Yahya Anjurkan Pentingnya Berbuka Sesuai Sunnah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.