Ekonomi dan Bisnis
Supaya Tidak Terkelabui, Ini Tips Cerdas dan Cermat Memilih Travel Umrah dan Haji
Peran masyarakat dalam memilih travel sangat dibutuhkan agar tidak dikelabui. Calon jemaah umrah Harus betul-betul teliti, cermat dan cerdas
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus terlambatnya kepulangan puluhan jamaah umrah dari jadwal ditetapkan, akibat ulah sebuah travel di Banjarmasin, mengundang keprihatinan sejumlah pihak termasuk organisasi travel umrah dan haji.
Saridi MM, Ketua FK Patuh (Penyelenggara Travel Umrah dan Haji) Kalsel, mengatakan, ini yang sangat memprihatinkan kita semua.
Kasus ini harus diusulkan secara komprehensif agar tahu duduk permasalahannya. Kenapa hal demikian selalu terjadi.
"Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, peran stake holder dalam hal ini kementerian agama harus turut bertanggungjawab atas carut marutnya penyelenggaraan ibadah umrah dan haji," ujar Saridi yang juga Direktur PT Wahyu Titian Insani.
Baca juga: Terkait Jemaah Umrah Telat Pulang, PT HRP akan Beri Klarifikasi Secara Langsung
Baca juga: Ucap Rasa Syukur, Alumni Fahutan ULM 85 Ini Dapat Hadiah Umrah Saat Reuni Akbar di Banjarbaru
Baca juga: Jemaah Umrah Kena PHP Travel, Begini Cerita Warga Banjarmasin Nyaris Tertinggal di Jeddah
Kedua, peran masyarakat dalam memilih travel. Harus betul-betul teliti, cermat dan cerdas. Pemerintah pun telah mencanangkan 5 Pasti dalam penyelenggaraan umrah dan haji.
Ada 5 Pasti yang harus ditaati oleh PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh) dan dipahami umat Islam yang akan menjalankan ibadah umrah, yakni Pastikan travel/bironya, Pastikan Jadwalnya, Pasti-kan terbangnya, Pastikan hotelnya dan Pastikan visanya.
"Semuanya harus jelas difasilitasi PPIU dan diberitahukan pada calon jamaah di awal," tukas Saridi, seraya mengatakan di Kalsel ada kurang lebih 75 Travel Umrah dan Haji.
Ketentuan 5 Pasti ini terus disosialisasikan dan perlu dipahamkan kepada masyarakat agar niat suci beribadah ke tanah suci tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan kedok melayani masyarakat untuk beribadah.
"Sebenarnya ini penyakitnya lama dan oknumnya itu-itu saja," ungkap Saridi.
Baca juga: Shafwah Holidays Dukung Reuni Akbar III Fahutan ULM, Ada Doorprize Umrah atau Paket Holidays
Kalau kita tracing, lanjut Saridi, kasus ini berulang-ulang. Kemenag dan penegaK hukum harus proaktif, jangan menunggu jatuh korban lebih banyak.
"Pemerintah harus tegas dan jangan dikasih ruang gerak buat oknum tersebut," pintanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/saridi-mm-ketua-fk-patuh.jpg)