Semesta Mencegah Stunting

BKKBN - Talk Show Semesta Mencegah Stunting, Bahas Kampanye Cukup Dua Telur

Semesta Mencegah Stunting digelar serentak seluruh Indonesia, Selasa (21/3/2023), dilakukan secara live zoom di 34 provinsi, disaksikan pejabat Kalsel

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Semesta Mencegah Stunting yang digelar serentak seluruh Indonesia, Selasa (21/3/2023), dilakukan secara live zoom di 34 provinsi, termasuk disaksikan pejabat BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan dan dari instansi terkait lainnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dua telur cukup. Inilah program yang sedang getol digencarkan 
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Termasuk pada kegiatan Semesta Mencegah Stunting yang digelar serentak seluruh Indonesia, Selasa (21/3/2023).

Dalam rangkaian acara ini juga digelar talkshow yang dilakukan secara live zoom di 34 provinsi, disaksikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi dan General Manager Tribun Network di 34 Provinsi.

Talkshow diisi Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Jenderal TNI AD, Dudung Abdurachman, sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting, anggota Komisi 9 yang menangani masalah stunting, Krisdayanti.

Kemudian, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi, Rotary International District 3410 Rionardi Wong dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Martinus Johnie Sugiarto, Ketua Harian II PSMTI Pusat serta Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra. 

Baca juga: BKKBN dan Tribun Network Kampanye Percepatan Penurunan Stunting, Tidak Boleh Lebih 20 Persen

Dalam Diskusi yang dimoderatori Glory Oyong ini, Kepala BKKBN menjelaskan pengertian stunting dan kondisi anak stunting di Indonesia. 

"Stunting di Indonesia saat ini mencapai angka 21,6 persen. Kendati demikian, angka ini turun dari turun 2021 silam yang ada di angka 24 persen. Dengan waktu yang singkat ini kita semua berharap bisa menurunkannya lagi ke angka yang ditargetkan Presiden RI, yakni 14 persen di 2024," katanya.

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya stunting pada anak mulai dari faktor lingkungan, sanitasi, jamban, rumah kumuh dan lainnya. 

Selain itu, perbaikan gizi harus disiapkan dari segi nutrisi dan gizi sang ibu ketika mengandung bayi. 

"Bahkan seharusnya persiapan kehamilan itu jauh dipersiapkan sejak masih jadi calon pengantin," terangnya kemudian.

Baca juga: Kick Off BKKBN Semesta Mencegah Stunting Diikuti 34 Jaringan Tribun di Indonesia

Sementara itu, Krisdayanti (KD), mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu.

"Saya bersosialisasi menggerakkan mereka untuk mengetahui pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan anak dan bagaimana menerapkannya kemudian," ucapnya.

Dengan menjaga pola asuh dan nutrisi yang tepat bagi anak, lanjut ibu 4 anak itu, tentu merupakan langkah yang baik untuk mencegah stunting. 

"Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini, kita bisa menurunkan angka stunting sekarang menjadi 14 persen di 2024 nanti," harap KD.

Sedangkan Febby Mahendra Putra menilai, untuk mengentaskan stunting, perlu pula memasifkan pemberitaan tentang topik ini.

Baca juga: Semesta Mencegah Stunting, BKKBN-Tribun Network Kampanye Cukupduatelur Wujudkan SDM Berkualitas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved