Berita Banjarmasin
Mendikbud Larang Tes Calistung Masuk SD, Guru TK Mengaku Terpaksa
Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal 28 Kelurahan Melayu, menyambut gembira sikap Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim.
Tayang:
Editor:
Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/acm
Ilustrasi: Membuka Festival Indonesia BI5A, Home Credit gelar lomba mewarnai untuk anak-anak taman kanak-kanak di Atrium Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (7/4/2018).
Pendaftar yang berusia tujuh tahun, wajib diterima. “Kalau kuota sekolah sudah penuh, bisa masuk sekolah lain,” kata Nuryadi.
Dia menerangkan PPDB SD berlangsung pada kisaran Mei. Dengan demikian, kebijakan Mendikbud Ristek masih bisa disosialisasikan melalui surat edarannya.
Sedang Kadisdik Banjarbaru Dedy Sutoyo, Jumat (31/3), memastikan di wilayahnya tidak ada tes Calistung untuk masuk SD. Ini menyusul keluhan warga saat anggota Komisi I DPRD Kota Banjarbaru menggelar reses di Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan Kurikulum Merdeka, terang Dedy, kemampuan Calistung belum diwajibkan sampai kelas tiga. Hal ini mengingat setiap anak memiliki potensi berbeda. (nmr/mel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/lomba-mewarnai_20180407_115708.jpg)