Bumi Selidah

Gelar Silaturahmi dengan MUI Batola, Sekda Berharap MUI Dorong Penyadaran Agama Generasi Muda

SekdacH Zulkipli Yadi Noor mengharapkan para ulama agar terus mendorong pemahaman generasi muda di bidang keagamaan

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
Humas Pemkab Batola
Sekda Batola Zulkipli Yadi Noor menyerahkan kain sarung khas Batola kepada pengurus MUI Batola untuk dikenalkan saat lebaran Idul Fitri, Selasa (18/4/2023).  

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pesatnya perkembangan arus globalisasi dan teknologi informasi yang berdampak merosotnya kepedulian generasi muda terhadap pemahaman agama harus menjadi kewaspadaan bersama. 

Dalam kaitan itulah, Penjabat (Pj) Bupati Barito Kuala (Batola) Mujiyat melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Zulkipli Yadi Noor mengharapkan para ulama agar terus mendorong pemahaman generasi muda di bidang keagamaan. 

“Ulun (saya) ini pengurus mesjid. Sekarang ini untuk mencari relawan dan remaja mesjid sulit sekali,” aku Zulkipli Yadi Noor dalam acara Silaturahmi dan Shalat Maghrib Berjamaah bersama jajaran Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala di Sekretariat MUI Lantai II Jalan Jenderal A Yani No 27 Marabahan, Selasa (18/4/2023). 

Bahkan Zulkipli menyatakan, untuk menemukan remaja yang melaksanakan salat subuh sekarang ini sangat jarang.  

Dalam kaitan itulah, sebutnya, tantangan dan tanggungjawab MUI sesuai profesi hendaknya terus digelolarakan dalam mendorong penyadaran dan pencerahan agama bagi generasi muda melalui dakwah. 

Sekda Batola Zulkipli Yadi Noor dalam Silaturahmi dan Shalat Maghrib Berjamaah
Sekda Zulkipli Yadi Noor dalam acara Silaturahmi dan Shalat Maghrib Berjamaah bersama jajaran Pengurus MUI Kabupaten Barito Kuala di Sekretariat MUI , Selasa (18/4/2023). 

Mengingat peran MUI sangat penting dalam mengkoordinasikan para ulama untuk memberikan pencerahan umat selaku khodimul ummah, moderator, dan mitra pemerintah dalam menyelesaikan persoalan khususnya di bidang keagamaan. 

Di kesempatan silaturahmi, Sekda Batola menyinggung persoalan lainnya seperti masalah stunting (anak kerdil) akibat kurang gizi kronis, kemiskinan ekstrem, dan inflasi.

Zulkipli menyatakan, peran, tugas dan fungsi masing-masing sangat dibutuhkan sehingga tingkat kehidupan masyarakat bisa berlangsung dengan baik, aman, damai, dan tenteram. 

Sedangkan bagi pemerintah, lanjutnya, tentunya akan peduli dan berusaha memfasilitasi sehingga kehidupan keagamaan bisa meningkat. 

Sebelumnya, penceramah KH Muhammad Noor dalam tausyiahnya menyatakan, silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar ini sangat sesuai anjuran agama Islam. 

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Mustafa Cerbon ini mengatakan, orang yang sering melaksanakan silaturahmi selain diluaskan rezeki juga dipanjangkan umur dan diberi keberkahan. 

Menyinggung kegiatan berbuka puasa bersama, penceramah yang akrap disapa Guru Muhammad itu menyatakan, perbuatan yang mengandung pahala yang sangat besar. 

Penceramah yang juga pengurus MUI Batola itu mengutarakan, pahala bagi yang membukakan puasa meski hanya setegok air susu atau sebiji kurma,  dibebaskan dari api neraka juga dosa-dosanya diampuni. 

Sedangkan bagi yang membukakan sampai kenyang selain diampuni dosa-dosa dan dibebaskan dari api neraka juga akan diberi jalan menuju Telaga Al-Kautsar untuk minum yang tidak akan haus selama-lamanya. 

Sebelumnya, Ketua MUI Batola, Drs KH Ahmad Jiansi Majedi menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Sekdakab Batola dan para undangan yang berkenan hadir dalam acara silaturahmi bersama. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved