Semesta Mencegah Stunting
Telur dari Kakak Asuh Mulai Dibagi Pekan Depan
Banjarmasin Post akan melakukan aksi pembagian telur ke warga di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk membantu menekan kasus stunting.
Penulis: R Hari Tri Widodo | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menindaklanjuti kick off Program Semesta Mencegah Stunting #Cukupduatelur yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Tribunnews, Banjarmasin Post sebagai bagian dari Tribun Network akan melakukan aksi pembagian telur ke warga di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Program ini sejalan dengan program kakak asuh, dimana nantinya para kakak asuh di berbagai daerah di Indonesia, bisa menyumbangkan sebagian dananya untuk pembelian telur untuk keperluan selama enam bulan terutama memenuhi nutrisi untuk anak-anak.
Di Kalsel, sesuai dengan partisipasi dari sejumlah kakak asuh yang sudah terlibat, Semesta Mencegah Stunting akan fokus di dua wilayah, yaitu Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Nantinya diharapkan ada lagi kakak asuh yang bisa ikut terlibat di kabupaten/kota lain di Kalsel untuk mendukung program ini.
BPost masih memberi kesempatan kepada instansi dan warga masyarakat lain yang ingin berpatisipasi membantu mencegah stunting di wilayahnya.
Dijelaskan Pemimpin Perusahaan BPost, A Wahyu Indriyanta, telur dari kakak asuh yang digalang BPost akan diserahkan secara simbolis di Kelurahan Mantuil pada Selasa (9/5) dan di Kelurahan Berangas, Batola, Kamis (11/5).
Setelah penyerahan simbolis tersebut, telur selanjutnya didistribusikan langsung ke warga yang sudah didata sebelumnya, selama enam bulan untuk dikonsumsi sang anak guna mencegah stunting.
“BPost dengan perannya ikut menggaungkan pencegahan stunting masih membuka kesempatan bagi instansi lain untuk ikut serta menjadi kakak asuh dalam program ini,” jelas A Wahyu Indriyanta.
Adapun kakak asuh dari sejumlah instansi yang ikut berkontribusi di antaranya dari Bank Kalsel, Kejaksaan Tinggi Kalsel, Adaro Indonesia, PT Borneo Prima Utama Jaya, Rocket Chicken, Indo Dharma Transport, DPD REI Kalsel, Amanah Borneo Park.
Selain itu, GAPKI Kalimantan Selatan, Sinar Alam Duta Perdana, Hape World, Sime Darby, PT Pribumi Citra Megah Utama, PT Tunas Inti Abadi, Disdikbud Tabalong dan Modena.
Telur dipilih menjadi sumber protein hewani yang paling mudah dibeli dan didapat karena harganya cukup terjangkau.
"Pentingnya protein hewani dalam menu sehari-hari bisa dikenalkan kepada keluarga, anak dan pasangan yang akan melakukan pernikahan, juga kepada stakeholder sebagai penyambung informasi ke masyarakat," ujar Kepala BKKBN, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), beberapa waktu lalu.
Selain mudah didapat dan harga terjangkau, kata Hasto, telur mengandung protein, kolin, selenium, yodium, fosfor, besi, seng serta vitamin A, B dan D serta K.
Karenanya, telur bisa memenuhi sebagian keperluan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.
Diketahui, program pencegahan stunting ini merupakan bagian dari agenda besar Pemerintah Indonesia yang kini sedang mempersiapkan generasi emas 2045.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Foto-bersama-pada-momen-Kick-Off-Semesta-Mencegah-Stunting-di-Studio-BPost-21032023.jpg)