Religi
Ustadz Khalid Basalamah Urai Sebab Dibalik Ujian dari Allah, Begini Sebaiknya Sikap Umat Islam
Sebab dan hikmah dibalik ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya dijelaskan Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah
Penulis: Mariana | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menguraikan sebab dan hikmah dibalik ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
Dalam menyikapi adanya ujian kehidupan, diserukan Ustadz Khalid Basalamah, sebaiknya umat Islam justru semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sehingga terhindar dari sifat putus asa.
Adapun ujian atau cobaan yang datang menimpa umat Islam, Ustadz Khalid Basalamah menyatakan bisa jadi cara Allah SWT untuk mengampuni dosa dan meninggikan derajat kaum muslimin.
Setiap insan manusia di dunia tak terlepas dari berbagai ujian atau masalah hidup, ada masalah keluarga, kesehatan terganggu, masalah keuangan, dan perkara-perkara lainnya.
Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah Jabarkan Ganjaran bagi Orang Munafik, Imbau Tinggalkan Tiga Sifat Buruk
Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Konsep Sedekah dalam Islam, Hindari Sifat Ini dalam Bersedekah
Ada hikmah di balik semua kejadian atau masalah yang ditimpakan kepada umat manusia dari Sang Pencipta.
Ustadz Khalid Basalamah menerangkan sebab adanya ujian terjadi karena Allah ingin meninggikan derajat seseorang.
"Jadi tanpa sebab dia diuji oleh Allah, misalnya ketika bangun tidur tiba-tiba sakit, bisa pula dia memberi utang ke orang namun orang itu telat membayar, ini bisa saja murni ujian untuk meninggikan derajatnya," kata Ustadz Khalid Basalamah dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Khalid Basalamah Official.
Ini karena ada derajat-derajat di surga yang tidak bisa diraih kecuali dengan ujian-ujian dari Allah SWT.
Sebab lainnya, ujian datang karena memang ada dosa yang seseorang lakukan, yang menjadi penyebab ujian itu datang.
Tujuannya agar membersihkan dosa-dosa tersebut, sebagaimana Allah sebutkan dalam Surat Asy-Syura Ayat 30
وَمَا أَصَ بَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ
Wa mā a ābakum mim mu ībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya'f 'ang ka īr
Artinya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Nilai Pahala Istiqomah Beramal Shaleh, Dijanjikan Hidup Bahagia
Baca juga: Ceramah Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Keutamaan Ziarah Kubur, Dianjurkan Bagi Laki-laki
"Maksud ayat itu adalah cobaan yangd atang karena ada dosa yang dilakukan, dan Allah memaagkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat," papar Ustadz Khalid Basalamah.
Ibnu Katsir RA mengatakan dalam tafsir Surat Asy-Syura Ayat 30 "Wahai sekalian manusia ketahuilah bahwa musibah yang datang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan dosa yang dahulu kalian perbuat. Dan Allah memaagkan kesalahan-kesalahan tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat."
Karena Allah akan menguji seorang hamba disebabkan karena dosanya.
Sebagaimana hadist shahih dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573.
Juga pada hadist yang lain:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ ابْنَ آدَمَ إِنْ صَبَرْتَ وَاحْتَسَبْتَ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى لَمْ أَرْضَ لَكَ ثَوَابًا دُونَ الْجَنَّةِ
Dari Abu Amamah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah SWT berfirman: Hai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhoi bagimu sebuah pahala kecuali surga." (HR Ibnu Majah)
Ustadz Khalid Basalamah menambahkan semua orang yang beriman dan beramal shaleh dijanjikan ketentraman dan kebahagiaan hidup.
"Dan dijanjikan semuanya akan dibukakan bagi dia, hal ini tersurat dalam ayat Alquran Surah An-Nahl ayat 97," terang Ustadz Khalid Basalamah.
Surat An-Nahl Ayat 97
مَنْ عَمِلَ صَ لِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَو ةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Man 'amila āli am min żakarin au un ā wa huwa mu`minun fa lanu yiyannah ayātan ayyibah, wa lanajziyannahum ajrahum bi`a sani mā kān ya'mal n
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Contoh amalan sunnah yang bisa dikerjakan berbuah kebaikan, diuraikan Ustadz Khalid Basalamah misalnya seorang muslim yang melaksanakan shalat sunnah Dhua dua rakaat bisa menyelamatkan 360 sendi sebagaimana dijelaskan dalam hadist shahih.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ
“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 2377)
Lanjutan hadist tersebut, sebab itu umat Islam harus sedekah setiap hari untuk menyelamatkan sendi-sendinya dan dua rakaat shalat Dhuha menutupi itu.
"Tidak berimbang lima menit kita shalat fardhu, 360 sendi bisa selamat, belum lagi ditambah dengan shalat sunnah lainnya," papar Ustadz Khalid Basalamah.
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadist lainnya dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu:
مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
“Siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”(HR. Bukhari, no. 2840 dan Muslim, no. 1153)
"Hal ini luar biasa 1 hari puasa bisa selamat 70 tahun dari neraka, tidak pernah berimbang balasan amal shaleh dari perbuatannya," urai Ustadz Khalid Basalamah.
Namun waspada berbahaya bagi kaum muslimin yang melakukan dosa atau maksiat, hukumannya pun lebih berat daripada perbuatannya.
Selanjutnya Allah menjanjikan kebahagiaan, sebelumnya dijanjikan kemakmuran kehidupan artinya akan sangat baik secara ekonomi dan juga secara fisik.
"Yang kedua ini adalah diberikan kebahagiaan, mau dia sakit mau dia sehat akan selalu ada perasaan cukup," kata Ustadz Khalid Basalamah.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar-Ra’d Ayat 29
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا ٱلصَّ لِحَ تِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَـ َابٍ
Allażīna āman wa 'amilu - āli āti bā lahum wa usnu ma`āb
Artinya: Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
Pun disebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Qashash Ayat 67
فَأَمَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَ لِحًا فَعَسَى أَن يَكُونَ مِنَ ٱلْمُفْلِحِينَ
Fa ammā man tāba wa āmana wa 'amila āli an fa 'asā ay yak na minal-mufli īn
Artinya: Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.
"Yang ketiga dijanjikan pengampunan dosa, semua kesalahan kita dihapuskan, bagi siapapun yang menyadari kesalahan yang telah lewat 5-10 tahun dan dihapuskan dalam satu hari, dimaafkan dan orang tersebut akan bahagia," papar Ustadz Khalid Basalamah.
Allah SWT menjanjikan pengampunan yang sangat besar bagi orang yang beriman dan bermalam shaleh.
Masa lalunya sebesar apapun, dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, dengan syarat menyesal dan bertaubat kepada Allah.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Ma’idah Ayat 9
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا ٱلصَّ لِحَ تِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
Wa'adallāhullażīna āman wa 'amilu - āli āti lahum magfiratuw wa ajrun 'a īm
Artinya: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Pun dijelaskan dalam Surat Hud Ayat 11
إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا ٱلصَّ لِحَ تِ أُو لَ ئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
Illallażīna abar wa 'amilu - āli āt, ulā`ika lahum magfiratuw wa ajrung kabīr
Artinya: Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ustadz-Khalid-Basalamah-Terangkan-Adab-di-Majelis-Ilmu-Berdiskusi-Bahas-Ayat-Alquran.jpg)