Religi
Ustadz Adi Hidayat Ungkap Cara Terhindar dari Maksiat, Segera Taubat dan Lakukan Hal Ini
Ustadz Adi Hidayat berikan cara terhindar dari maksiat, simak penjelasannya dalam ceramah dibawah ini
Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan cara terhindar dari maksiat bagi kaum muslimin.
Diserukan Ustadz Adi Hidayat, jika merasa berbuat salah maka sudah sepantasnya segera bertaubat kepada Allah SWT.
Kesadaran atas kesalahan yang dilakukan, Ustadz Adi Hidayat menyebut hal itu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Semua manusia di muka bumi tak luput dari kesalahan dan dosa, baik kepada Allah maupun dengan sesama manusia.
Karena itu, anjuran bertaubat berlaku kepada semua umat muslim agar mendapatkan keridhoan dan rahmat dari Allah SWT.
Baca juga: Ceramah Ustadz Adi Hidayat Urai Alasan Tato Dilarang dalam Islam, Seni yang Bukan Pada Tempatnya
Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Urai Cara Bertahan di Lingkungan Buruk, Imbau Amalkan Hal Ini
Ustadz Adi Hidayat mengingatkan ketika melakukan kesalahan hendaknya langsung bertaubat.
"Taubat yang benar, ketika menyadari ada perbuatan yang salah seketika bertaubat, sebab kesadaran karena kesalahan itu bagian dari kasih sayang Allah yang mengantarkan hamba pelaku maksiat untuk bertaubat," terang Ustadz Adi Hidayat dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nisa Ayat 17
إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Innamat-taubatu 'alallāhi lillażīna ya'malụnas-sū`a bijahālatin ṡumma yatụbụna ming qarībin fa ulā`ika yatụbullāhu 'alaihim, wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā
Artinya: Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Sehingga sikap sadar adalah pengantar taubat seseorang, bahkan saking sayangnya Allah dengan hamba-Nya orang yang pertama kali melakukan salah langsung diberikan getaran dalam jiwanya untuk merasakan kesalahan itu.
"Mampu menilai sesuatu yang salah, yang bahaya itu ketika melakukan salah tidak ada tanda kesadaran tersebut. Namun Allah Maha Adil, sebelum wafat atau nyawa sampai di kerongkongan, hidayah Allah akan selalu ada dan sampai ke hamba-Nya," jelas Ustadz Adi Hidayat.
Pertanda atau kasih sayang Allah lainnya bisa jadi dari faktor luar, misalnya tiba-tiba mendengar ceramah tentang taubat.
Baca juga: Ustadz Abdul Somad Jelaskan Anjuran Dzikir Usai Sholat, Berikut Bacaannya
Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Adab Berpakaian bagi Umat Islam, Diawali Hal Ini Terlebih Dahulu
Begitu ada kesempatan untuk taubat berupa hidayah dan kesadaran, maka Ustadz Adi Hidayat mengimbau untuk segera mengambilnya.
Sebagaimana Surat Al-‘Ankabut Ayat 69
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Wallażīna jāhadụ fīnā lanahdiyannahum subulanā, wa innallāha lama'al-muḥsinīn
Artinya: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Sebab itu, setiap berbuat salah apapun selalu ada getaran yang menyebutkan kalau itu salah.
"Bahkan ada pencegahan dulu, misalnya di mesjid Anda pulang dari ceramah, lalu Anda memakai sandal orang lain sebentar saja, hati kecil Anda akan mengatakan bahwa itu milik orang lain," ujar Ustadz Adi Hidayat.
Selanjutnya ketika diteruskan untuk memakai sandal milik orang lain itu, maka akan muncul rasa lagi yang menyebutkan Anda sedang berbuat salah itulah pengantar taubat.
Sehingga jika Anda sudah menyadari kesalahan yang diperbuat, hal yang pertama dilakukan adalah istighfar.
"Lalu sesali, dan meminta petunjuk kepada Allah minta dikuatkan bertahan untuk jalan taubat tersebut, namun hal ini tergantung kadar maksiat yang dilakukan, kadar ringan, tengah-tengah hingga berat," papar Ustadz Adi Hidayat.
Kadar maksiat yang berat adalah perbuatan buruk yang sudah menjadi kebiasaan, namun pada kadar yang berat ini biasanya pelakunya tidak seketika langsung bertaubat.
Kecuali ada kejadian besar yang membuat dia meninggalkan perbuatan maksiat itu selamanya.
Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Cara Setan Hancurkan Rumah Tangga, Berikut Cara Mencegahnya
Baca juga: Ustadz Abdul Somad Urai Keutamaan Zulkaidah, Berikut Amalan-amalan di Bulan Haram
Bacaan Istighfar
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal 'adziim
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
atau bisa juga ditulis dengan lebih singkat sebagai berikut:
أستغفرالله
Astaghfirullah
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah
Selain kalimat Astaghfirullahaladziim juga terdapat dzikir istighfar yang lebih panjang yaitu:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه
Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, Zat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya."
Simak Videonya
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ustadz-Adi-Hidayat-menjelaskan-cara-terhindar-dari-maksiat-bagi-kaum-muslimin.jpg)