Wisata Banjarmasin

Wisata Kampung Ketupat Banjarmasin Diklaim Kemahalan oleh Masyarakat, Ini Tanggapan Manajemen

Tarif masuk ke tempat Wisata Kampung Ketupat Banjarmasin, Rp 10 ribu per orang saat Senin hingga Rabu, Jumat Rp 15 ribu, akhir pekan  Rp 25 ribu.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/EKA PERTIWI
Tempat wisata Kampung Ketupat di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (6/7/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Heboh di masyarakat terkait tarif masuk tempat wisata Kampung Ketupat di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bahkan, terkait tarif yang dianggap mahal ini juga heboh di media sosial. Hal serupa juga dikeluhkan pengunjung Kampung Ketupat

Tarif  sebesar Rp 10 ribu untuk Senin hingga Rabu. Sedangkan untuk Kamis hingga Jumat Rp 15 ribu per orang dan pada akhir pekan  Rp 25 ribu per orang.  Untuk tarif masuk ini termasuk dengan air mineral ukuran 600 mililiter. 

Baca juga: Bangun Fasilitas Rumah Banjar, Pelaku Usaha di Kampung Ketupat Banjarmasin Berharap Omzet Meningkat

Baca juga: Ornamen Ketupat di Kampung Ketupat Banjarmasin Roboh, Ini Penjelasan PT Juru Selaku Pengelola

Warga Kebun Bunga Banjarmasin Timur, Ida, Kamis (6/7/2023). mengaku, tarif begitu mahal untuk di akhir pekan. 

Ia mengaku, jika jumlah anggota keluarganya bisa mencapai 20 orang untuk berkunjung ke lokasi wisata, maka dengan tarif masuk akhir pekan Rp 20 ribu per orang sangat memberatkan. 

Ia baru berkunjung ke Kampung Ketupat pertama kali. "Tadi saya foto-foto bersama teman saat berkunjung. Apalagi, ramai di media sosial tentang wisata baru ini," jelasnya. 

Baca juga: Korban Meninggal Aklibat Tabrakan Maut di Daha Kabupaten HSS Kalsel Bertambah 1 Orang

Baca juga: BREAKING NEWS Kecelakaan di Bayanan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Satu Orang Tewas, Dua Masih Koma

Hal serupa dikatakan Ramlah yang juga menilai tarif tersebut terlalu mahal. 

"Mungkin kalau Rp 10 ribu tak masalah," timpalnya. 

Sementara itu, Manager Pengelola Kampung Ketupat, Hendra, mengatakan, tarif itu sudah berdasarkan perhitungan dan evaluasi. 

Baca juga: Kejaksaan Negeri Barito Kuala Tetapkan 3 Orang sebagai Tersangka dari Dua Perkara yang Ditangani

Baca juga: Pengunjuk Rasa Datangi Kejari Batola, Minta Pelaku Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi Ditahan

Ia menilai jika Kampung Ketupat merupakan swasta murni. Bahkan, sebelum dievaluasi dan ditetapkan harga yang sekarang, pihaknya sempat mencoba dengan tarif dari Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. 

"Jadi, bukan tiket masuk, tapi voucher. Mereka nanti akan dapat air mineral," katanya. 

Tarif tersebut, menurutnya, sudah dihitung untuk pemeliharaan bangunan hingga biaya operasional termasuk gaji pegawai. 

Baca juga: Mobil Mewah Masuk Kebun Karet dan Sopir Lari ke Hutan Gegerkan Warga Sungai Loban Kabupaten Tanbu

Baca juga: Seorang ABG di Kabupaten Tabalong Tewas Tergantung, Sang Ayah Sempat Coba Selamatkan

Disebutkannya, jika dengan memberlakukan tarif ini, maka yang masuk akan terseleksi. Terlebih, Kampung Ketupat merupakan bangunan dengan kapasitas masuk terbatas. 

"Tarif ini sudah disetujui oleh manajemen," imbuh Hendra. 

Sejak soft opening pada 30 Juni lalu, tercatat sudah ada 5 ribu pengunjung. 

Baca juga: Kronologis Kebakaran di Kambang Habang Kabupaten Tapin, Uang Ratusan Juta Rupiah Terjilat Api

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Salam Babaris Tapin, Kerugian Capai 100 Juta Rupiah

"Kalah mahal, dari mana. Karena, pengunjungnya juga banyak. Tapi kami berterima kasih dengan adanya masukan dari masyarakat. Tentunya ini menjadi bahan evaluasi bagi kami," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved