Banjarmasin Post Cetak

Lembaga Survei Harus Transparan Siapa Pendananya

Inikata Prof.Siti Zuhro mengenai lembaga survei di saat menjelang pemilu Predisen 2024, hal ini diungkapkannya saat wawancara di kantor Tribun Network

Editor: Irfani Rahman
Ist.Tribunnews
Prof Siti Zuhro Peneliti Senior BRIN 

Prof Siti Zuhro
Peneliti Senior BRIN

BANJARMASINPOST.CO.ID - Fungsi lembaga survei sejatinya menyempurnakan pilar demokrasi terutama menjelang pemilu presiden 2024. Namun yang terjadi kekinian malah menjadi alat politik untuk menjatuhkan lawan politiknya sesuai pesanan.

Hal itu ditegaskan Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Siti Zuhro saat wawancara eksklusif di kantor Tribun Network, Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (24/8). Berikut wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Prof Siti. Zuhro:

Melihat eksistensi lembaga survei ini apakah memang masih diperlukan di demokrasi kita terutama menjelang pemilu?

Penopang utama dalam demokrasi kita salah satunya media. Untuk menyempurnakan pilar demokrasi maka lembaga survei itu hadir. Analisisnya apapun pendekatannya digunakan lembaga survei.

Baca juga: Safar Bulan Sial, Benarkah?

Kalau akademis memang tidak boleh otak atik gatuk. Dan kalau itu pendekatan akademik dia harus menyampaikan sejak awal bahwa survei ini dilakukan atas dana sendiri atau atas dana apa.

Jadi yang penting harus dipublish siapa yang mendanai survei ini. Kita waktu di LIPI dulu sekarang di BRIN harus dideklarasikan bahwa penelitian ini atas dana yang diberikan dari APBN. Muncul itu besaran angkanya.

Kalau ini dikerjasamakan katakanlah foundation dari Belanda maka disebutkan juga nama foundationnya. Itu pendekatan akademis. Jadi tidak ada dusta di antara kita.

Lembaga survei itu kan masuk ke ranah publik. Ketika masuk ke ranah publik pertanggungjawabannya kepada publik. Sehingga harus betul-betul dipertanggungjawabkan.

Maka bagusnya kalau dia pesanan itu kerjakan dan sampaikan kepada si pemesan, tidak perlu dipublikasi. Kalau publikasi itu ada nawaitu yang lain. Ada niatan yang lain.

Maka yang kita harapkan masyarakat memiliki public trust yang utuh. Media, hand-in-hand dengan kampus, perhimpunan periset, dan ormas harus kita berikan ruang supaya at the end at the day tidak ada blaming. Menyalahkan bahwa ini pemilu curang, lalu marah mereka, itu jelek.

Kita ingin endingnya bagus siapapun menang kita rayakn. Karena apa tidak ada dusta, kalau lembaga survei quick count ini yang menang. Pasti akan terjadi mosi tidak percaya.

Syarat utama mendeklarasikan hasil survei adalah mempublikasikan siapa pendananya, selain itu apa lagi?

Representasi dan respondennya itu seperti apa, kalau respondennya homogen ya iyalah memenangkan siapa. Katakanlah sudah ditelfon satu per satu tapi siapa respondennya itu.

Terus jawabannya sudah disiapkan itu-itu juga. Ya tentu lah buyers. Jadi melakukn survei kalau nawaitunya ingin menyempurnakan sebagai pilar demokrasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved