Berita Tanahlaut

Warga Tala Terpapar Asap, Dokter Spesialis Bersama UPTD Pelayanan Krisis Kalsel Buka Posko Kesehatan

Dokter Spesialis Bersama UPTD Pelayanan Krisis Kalsel Buka Posko Kesehatan di Desa Gunungraja merespon dampak asap yang dialami warga

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
WARGA Gunungraja dan Benuaraya antusias memeriksakan kesehatan di lokasi pelayanan kesehatan di lingkungan RT 6 Gunungraja, Minggu (3/9/2023) pagi hingga siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kabut asap yang kerap menyeleimuti Desa Gunungraja Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), belakangan ini menjadi perhatian khusus berbagai pihak.

Secara bersama-sama mereka turun ke Gunungraja, Minggu (3/9/2023). Mereka mendirikan tenda pelayanan kesehatan untuk warga Gunungraja dan sekitarnya yang terdampak kabut asap kebakaran lahan.

Pantauan di lokasi, tenda layanan kesehatan tersebut didirikan di halaman rumah warga (alm H Mikdad) di lingkungan RT 006/01.

Letaknya di sisi kiri jalan raya A Yani (dari arah Pelaihari), persis sebelum jembatan besi perbatasan dengan Desa Benuaraya, Kecamatan Batibati.

Baca juga: Jalur Pelaihari-Banjarmasin di Desa Pandahan Tertutup Kabut Asap, Jarak Pandang Hanya 1 Meter

Baca juga: Karhutla Kalsel - Lagi-lagi Api Berkobar di Gunungraja Kabupaten Tala hingga ke Lantai Rumah Warga

Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Kembali Kepung Gunungraja Tanahlaut, Pengendara Keluhkan Asap Tebal

Lingkungan permukiman di RT 006 tersebut berjauhan dengan RT-RT lainnya di Gunungraja. Namun berdekatan dengan permukiman di Benuaraya. Karena itu warga yang berdatangan ke lokasi pelayanan juga banyak dari Benuaraya.

Ada dua tenda besar yang didirikan. Satu tenda menjadi tempat pendaftaran sekaligus tempat penyuluhan kesehatan.

Lalu, satu tenda besar lainnya untuk pelayanan pemeriksaan kesehatan. Kemudian tempat pengambilan resep obat-obatan memanfaatkan teras kos-kosan setempat.

Kegiatan tersebut digagas Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, bekerjasama dengan UPTD Pusat Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Kalsel. Juga didukung oleh IDI Kalsel, PPDI (Persatuan Dokter Paru Indonesia), dan RSU Ulin Banjarmasin.

Warga cukup antusias dan pada semua klaster usia. Ada yang datang bersama anak karena sama-sama mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, radang tenggorokan, mata memerah, dan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus ketua PPDI Kalsel dr Isa Ansori menuturkan kegiatan tersebut merupakan pengabdian masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi kekinian di kawasan Gunungraja yang kerap terpapar asap dampak karhutla.

"Kami memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang datang ke lokasi agar mengetahui dampak karhutla terhadap kesehatan. Sekaligus kami memberikan pelayanan kesehatan seperti ISPA, penyakit mata, miningitis," sebutnya.

Ia mengatakan apabila karhutla yang dibarengi kabut asap berlangsung lama dan berulang pada tahun berikutnya, dikhawatirkan warga bakal terkena kanker paru. "Ini yang perlu diwaspadai, karena itu kami melakukan penyuluhan," tandas Isa.

Dikatakannya, cukup banyak dokter yang turut turun seperti dokter spesialis paru, spesialis anak, spesialis penyakit  dalam. Termasuk dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis paru, anak, dan penyakit dalam.

Kepala UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan dr Swi Wahyuni mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerjasama pihaknya bersama perkumpulan spesialis dokter paru, anak, penyakit dalam. 

Baca juga: Warganya Alami Krisis Air Bersih, Kades Gunungraja Tala Tiap Hari Blusukan Lakukan Ini

"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat kami lanjutkan ke kabupaten lain yang memiliki potensi penyakit ISPA maupun pneumonia, yang merupakan dampak asap karhutla. Mudahan warga dapat merasakan manfaat kegiatan yang kami laksanakan," sebutnya.

Ia menyebutkan saat ini kasus ISPA tertinggi di Kalsel yakni di Kota Banjarbaru dengan 19 ribu kasus. Lalu di Kabupaten Banjar 14 ribu kasus dan di Tala 13 ribu kasus. Ini data sejak Januari hingga Juli 2023.

(Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved