Berita Martapura

Kala Harga Gabah Naik, Petani Sungai Rangas Martapura Raup Untung Dua Kali

Naiknya harga gabah tampaknya berimbah ke naiknya harga beras lokal, parapetani di Desa Sungai Rangas Hambuku,Martapura Barat mendapatkan untung

|
Editor: Irfani Rahman
Dok BANJARMASINPOST.CO.ID
Ilustrasi Warga membersihkan gabah keringnya dengan menggunakan alat tradisional gumbaan di Desa Antar Jaya, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan,. Saat ini harga gabah naik mem,buat petani untu7ng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Naiknya harga beras lokal di pasaran Kalimantan Selatan tak lepas dari naiknya harga gabah. Hal ini dirasakan petani di Desa Sungai Rangas Hambuku Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar.

Ketua Kelompok Tani Hidup Baru Tugimin bersyukur dengan kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP). “Harganya makin baik. Kami jual gabah kering Rp 6 ribu per kilogram. Dulu Rp 4 ribu per kilogram,” ujarnya kepada BPost, Rabu (20/9).

Sebelumnya Tugimin mengatakan 29 anggota kelompok ini melakukan penanaman di lahan seluas 40 hektare. Mereka menanam padi persilangan antara Sentani dan Siam. “Iruh atau KMR23 cocok dan dibilang tangguh dari hama,” ujarnya.

Selain itu waktu panennya cepat yakni sekitar 3,5 bulan. Sebagian lahan sudah panen dan siap ditanami lagi.

Kemarau berkepanjangan tahun ini tidak menjadi masalah bagi mereka karena masih bisa mendapatkan air dari irigasi. Bahkan hasilnya meningkat. “Tahun ini sudah panen sembilan ton. Tahun lalu empat ton. Jadi hasil kami kali ini naik dua kali lipat. Alhamdulillah, “ ujarnya.

Baca juga: Contoh Surat Lamaran CPNS Kemenkumham Lengkap Link Downloadnya, Untuk Ikut Penerimaan CPNS 2023  

Baca juga: Oknum Wartawan di Tanahlaut Ini Cabuli Anak Tetangga, Imingi Korban Kerja di Perusahaan Tambang

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sungai Rangas Hambuku Leni Handayani memperkirakan harga GKP bisa naik lagi. “Harga jual padi tahun ini meningkat. Semula Rp 4.300 per kilogram, sekarang Rp 6.400. Bahkan masih bisa meningkat lagi,” ujarnya.

Dia pun membenarkan pertanian di Sungai Rangas Hambuku didukung pengairan. “Untuk menjaga aliran air, anggota kelompok tani rutin membersihkan irigasi,” ujarnya.

Untuk menahan harga beras, Perum Bulog Kalsel menggelar pasar murah di halaman eks kantor gubernur, Banjarmasin, Rabu (20/9) hingga Sabtu (22/9). “Ada sekitar 60 ton beras kami sediakan,” kata Kepala Perum Bulog Kalsel Taufan Akib, Selasa (19/9).

Beras yang disediakan adalah SPHP dengan harga Rp 57.500 per lima kilogram atau

sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ini lebih tinggi dari biasanya yakni Rp 49.500 per lima kilogram.

Ridwan, pemilik kios beras di Pasar Lama, Banjarmasin mengatakan harga beras tidak turun walau adanya kegiatan pasar murah. “Harga beli kami dari pemasok sudah tinggi lebih dulu.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Banjarmasin dan 32 Kota Kamis 21 September 2023, Waspada Palembang dan Medan  

Baca juga: Jujur Mengikuti Seleksi

Kalau adanya pasar murah, mungkin ada penurunan pembelian di kami. Misal stok kami satu ton biasa laku dalam empat sampai hari, karena ada pasar murah jadi lima sampai enam hari,” katanya. (lis/mim)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved