Berita Batola

Sungai Barito Diduga Tercemar Debu Batubara Dibahas di DPRD Kalsel, Begini Penjelasan Komisi III

Keluhan warga terkait debu batubara yang diduga mencemari Sungai Barito di Batola telah dibahas di Komisi III DPRD Kalsel

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
Instagram Fahrin Nizar
Fahrin Nizar anggota Komisi III DPRD Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Fahrin Nizar mengaku sudah membahas keluhan warga terkait debu batubara yang diduga mencemari Sungai Barito di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, belum lama ini. 

"Kami Komisi III, alhamdulillah kemarin pada 20 September 2023, melakukan rapat kerja dengan dua mitra kerja kami yaitu Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel," katanya dihubungi reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (24/9/2023).

Fajrin yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengaku, lumayan banyak menerima informasi yang didapat perihal kondisi secara umum Sungai Barito.

Informasi lainnya, Dinas ESDM Kalsel pernah melakukan peninjauan dan kunjungan ke perusahaan pertambangan batubara yang dinilai warga  membawa dampak lingkungan.

Baca juga: Baayun Maulid Digelar di Desa Badandan Kabupaten Batola, Begini Antusias Warga

Baca juga: Jago Merah Gegerkan Warga Desa Bedandan Batola, Satu Rumah dan Kios Ludes Terbakar

Warga mengeluhkan debu batubara yang lumayan meningkat akhir-akhir ini di sekitaran stok file di Kelurahan Lepasan, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala.

Selain itu banyak debu batubara yang berterbangan di udara dan hanyut di atas permukaan air Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurutnya, DLH Kalselr memaparkan tentang kondisi air Sungai Barito yang beberapa minggu ini dikhawatirkan warga tercemar debu batu bara.

"Sungai Barito masih aman sebagai bahan baku air minum ataupun untuk kehidupan warga masyarakat dalam artian sederhananya saja bahwa  tidak tercemar," katanya.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Batola itu mengaku, rapat bersama dua dinas itu belum tuntas, karena berkaitan dengan lalulintas angkutan tambang di Sungai Barito.

Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan menjadwalkan rapat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan dan menyimak paparan atau kajian lingkungan dadi Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan.

Baca juga: Petani Jejangkit Batola Kalsel Pasar Jemur Padi Hasil Panen, Enggan Lepas Harga Pengempul

"Pasti kami sebagai wakil rakyat adalah sebagai penyambung lidah masyarakat, itu adalah kewajiban kami menyampaikan kepada pihak terkait kepada pihak eksekutif, pada stakeholder yang mempunyai tanggung jawab untuk hal itu.

Paling tidak menjaga situasi lingkungan kita di Kalimantan Selatan khususnya di Sungai Barito yang berupa urat nadi kehidupan masyarakat bisa kita jaga dan lestarikan," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved