Berita Tapin

Kembangkan Hidroponik Bertenaga Surya, Warga Desa Puncak HarapanTapin Persilakan Warga Petik Gratis

Warga Desa Puncak Harapan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin kembangkan usaha budidaya tanaman hidroponik.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Warga Desa Puncak Harapan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin kembangkan usaha budidaya tanaman hidroponik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Tinggal di pelosok desa dengan segala keterbatasan tidak membuat kreativitas Nakir Muhajir mati.

Kreativitasnya malah tumbuh subur dan menjadi inspirasi bagi warga Desa Puncak Harapan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, dalam menjalankan usaha budidaya tanaman hidroponik.

Lelaki berusia 28 tahun ini mengawali usaha budidaya berbagai tanaman hidroponik di pekarangan rumah sekitar 2020. Pandemi Covid-19 membuatnya berpikir lebih keras untuk menemukan usaha yang bisa dijalankan di rumah. Tentunya dengan pertimbangan modal dan risiko yang minim, serta peluang keuntungan yang menjanjikan.

“Titik awal saat pandemi lalu, belajar banyak melalui internet dan otodidak, akhirnya berhasil juga,” ucap Nakir.

Baca juga: Ideologi dalam Sinema September

Baca juga: Dejavu Covid Lewat Karhutla

Ia bukanlah orang yang memiliki background pendidikan pertanian. Malah saat kuliah Nakir belajar banyak tentang teknik informatika.

Pengalaman budidaya di pekarangan rumah kemudian diterapkan Nakir di lahan sempit di samping kantor desa. Pegawai pemerintah tersebut bahkan memanfaatkan dua panel surya dua pompa air untuk pengairan.

Memilih menggunakan panel tenaga surya, Nakir memiliki alasan cukup. Suplai listrik di Desa Puncak Harapan kerap terkendala bahkan mati dalam waktu lama. Oleh karena itu listrik konvensional hanya sebagai back up.

Satu unit baterai 12 volt 12 ampere yang digunakan mampu menggerakkan tiga pompa 50 watt melalui inverter, termasuk untuk kolam bioflok yang ada di samping kebun hidroponik.

“Ini mungkin yang belum terpikirkan, tenaga surya cukup dan mampu menekan biaya listrik selama budidaya hidroponik berlangsung,” ujar Nakir.

Berjalan satu bulan lebih, berbagai tanaman hidroponik seperti bayan, sawi, kangkung dan selada yang ia rawat sudah bisa dinikmati. Ini sekaligus menjadi bukti bagi masyarakat bahwa inovasi ini bisa diterapkan.

Sebagai bagian dari program ketahanan pangan dari pusat, hasil budidaya hidroponik ini bisa dipetik masyarakat secara cuma-cuma. “Kami sudah petik dan bagikan kepada masyarakat gratis. Bagi yang belum mencoba dan ingin, juga bisa langsung datang dan memetik gratis,” terang Kasi Kesra Kantor Desa Puncak Harapan tersebut.

Baca juga: Ditanya Nama Cawapres, Ganjar: Semua Politisi Pertimbangkan Jawa Barat

Baca juga: Andika Perkasa Dinilai Cocok Jadi Cawapres Ganjar karena Menguasai Geopolitik

Bercerita tentang tanaman hidroponik yang ia rawat, Nakir menjelaskan cukup mudah. Dimulai dari menyemai benih sepuluh hari, kemudian dipindahkan ke lubang tanam dengan media air yang dilaruti nutrisi AB-Mix nonstop 24 jam.

“Pertumbuhannya cukup cepat. Untuk kangkung berkisar 25 hari dan selada sekitar 30 hari untuk masa panen,” terangnya.

Adapun peluang usaha budidaya hidroponik, Nakir menilai memiliki peluang besar menghasilkan keuntungan. Hanya dengan modal sekitar Rp 5 juta bisa menghasilkan pendapatan tambahan di sela waktu luang.

Nakir pun siap memberikan pendampingan kepada warga yang berminat ikut mengembangkann budidaya hidroponik ini. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved