Religi

Cara dan Ketentuan Gadai dalam Islam, Buya Yahya Ingatkan Tak Terjerumus Riba

Penceramah Buya Yahya memaparkan cara dan ketentuan gadai dalam Islam.

Tayang:
Editor: Mariana
Al-Bahjah TV
Buya Yahya menjelaskan tentang gadai dalam Islam 

Yang perlu digarisbawahi, pemberian Rp 2 juta tidak atas perjanjian atau akad di awal transaksi.

Bahkan Buya menambahkan sebaik-baik membayar utang ditambah namun di luar perjanjian.

Baca juga: Fakta Dibalik Outfit Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat Daftar Pilpres 2024, Ada Kisah 5 Tahun Lalu

Contohnya seseorang meminjam uang sebagai modal usaha Rp 100 juta, lalu setelah sukses mengembalikan utang plus menghadiahi pemberi utang sebuah mobil.

"Tapi hadiah itu tidak boleh di perjanjian, hukumnya haram karena riba," kata Buya Yahya.

Ini sebab utang piutang tidak dijadikan sarana untuk cekik-mencekik. Alasan riba dilarang dalam Islam adalah adanya kesempatan bagi orang jahat di balik kesempitan saudaranya.

Dalam perjanjian utang piutang, sudah terbayang ada kelebihan nilai barang gadai di atas uang yang dipinjamkan termasuk bagian daripada riba.

Nabi Muhammad SAW membagikan satu doa kepada sahabatnya, Mu'adz bin Jabal mengenai permintaan untuk mengentaskan kesulitan termasuk melunasi utang meski sebesar Gunung Uhud Allah akan melapangkannya.

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Mu'adz bin Jabal adalah diambil dari potongan ayat dalam Alquran yakni Surat Ali ‘Imran Ayat 26.

Surat Ali ‘Imran Ayat 26

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā`u wa tu'izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr

Artinya: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved