Selebrita
Atta Halilintar Sebut Aurel Lahiran Tak Normal, Ini Daftar Kondisi yang Harus Persalinan Caesar
Atta Halilintar bersiap menyambut persalinan Aurel Hermansyah. Ayah Ameena Hanna Nur Atta itu mengaku deg-degan jelang kelahiran anak kedua.
Masalah dengan bayi:
- Denyut jantung tidak normal
- Posisi abnormal di dalam rahim, seperti melintang atau sungsang.
- Masalah perkembangan, seperti hidrosefalus atau spina bifida
- Kehamilan ganda (kembar tiga atau kembar)
Masalah kesehatan pada ibu:
- Infeksi herpes genital aktif.
- Fibroid uterus besar di dekat serviks.
- Infeksi HIV pada ibu.
- Riwayat operasi sebelumnya pada rahim.
- Penyakit parah, seperti penyakit jantung, preeklamsia atau eklamsia.
Masalah pada saat persalinan:
- Kepala bayi terlalu besar untuk melewati jalan lahir.
- Persalinan yang memakan waktu terlalu lama atau berhenti.
- Bayi yang sangat besar.
- Infeksi atau demam selama persalinan.
Masalah dengan plasenta atau tali pusat:
- Plasenta menutupi semua atau sebagian bukaan jalan lahir (plasenta previa)
- Plasenta terpisah dari dinding rahim (placenta abruptio)
- Tali pusat keluar melalui pembukaan jalan lahir sebelum bayi (tali pusat prolaps).
Nah, kondisi-kondisi di atas yang mengharuskan ibu melahirkan dengan prosedur caesar.
Ketahui Risiko dan Komplikasinya
Faktanya melahirkan dengan operasi caesar memang memiliki banyak manfaat.
Prosedur ini bisa menyelamatkan ibu dan janin dari kondisi atau hal-hal yang membahayakan mereka.
Namun, melahirkan dengan prosedur caesar tidak sepenuhnya bebas dari risiko.
Itulah sebabnya, banyak ahli memperingatkan operasi caesar sebaiknya hanya dipilih atau dilakukan bila benar-benar diperlukan.
Mau tahu apa saja sih risiko atau komplikasi dari operasi caesar?
- Cedera pada saluran kemih.
- Infeksi kandung kemih atau rahim.
- Perdarahan yang cukup banyak sehingga membutuhkan transfusi darah.
Operasi caesar juga bisa menyebabkan masalah pada kehamilan selanjutnya, seperti:
- Plasenta akreta (bagian plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim).
- Plasenta previa (plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi jalan lahir).
- Uterus pecah, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mungkin memerlukan transfusi darah atau pengangkatan rahim (histerektomi).
Selain hal-hal di atas, melahirkan dengan prosedur caesar dapat menimbulkan risiko pada bayi.
Misalnya, berpotensi menyebabkan cedera saat pembedahan (sayatan pada kulit bayi) dan gangguan pernapasan (umumnya dialami bayi yang lahir kurang dari 39 minggu kehamilan)
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Atta-Halilintar-dan-Aurel-Hermansyah-jelang-kelahiran-anak-kedua.jpg)