Makam Datu Kandang Haji di Balangan
Wisata Religi Makam Datu Kandang Haji Panjang 11 Meter di Balangan Kalsel Banyak Dikunjungi Peziarah
Wisata Religi Kalsel. Makam Datu Kandang Haji berjarak sekitar 24 kilometer dari Paringin, ibu kota Kabupaten Balangan.
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN – Wisata Religi Kalsel. Makam Datu Kandang Haji berada di Desa Teluk Bayur Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Hingga saat ini, masih banyak dikunjungi peziarah.
Lokasinya, sekitar 24 kilometer dari Kota Paringin.
Baca juga: Wisata Religi Kalsel - Akhir Pekan, Peziarah Banyak Kunjungi Makam Datu Sanggul di Kabupaten Tapin
Baca juga: Ikuti Launching Of Event South Kalimantan di Semarang, 27 Event Wisata di Kotabaru Ditampilkan
Kondisi jalan cukup mudah untuk dilewati, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Datu Kandang Haji merupakan tokoh Islam di Balangan pada abad 17.
Selain menyebarkan Agama Islam, juga mengajarkan masyarakat untuk memperdalamnya.
Baca juga: Wisata Kalsel: Gua Wisata Liang Bangkai di Desa Dukuh Rejo Tanahbumbu Akan Terus Dikembangkan
Baca juga: Menjelang Ramadhan 2023, Wisata Religi Kubah Datu Abdussamad Marabahan Kalsel Dipadati Peziarah
Sebelum menyebarkan agama Islam, Datu Kandang Haji menuntut ilmu ke Mekkah selama bertahun tahun.
Salah satu kerabat dan masih masuk silsilah keluarga Datuk Kandang Haji, yaitu Hj Siti Zahra, mengatakan, banyak peziarah yang datang.
Sedangkan yang unik adalah makamnya memiliki panjang 11 meter, dengan lebar 4 meter, dikelilingi dengan pagar besi. Terdapat dua nisan yang tertancap.
Baca juga: Kubah Pagatan Tanahbumbu, Bersemayam Syekh Mufti Muhammad Arsyad Keturunan Datuk Kelampayan
Baca juga: Petakan Lokasi Terdampak Banjir Bandang, Pengelola Wisata Loksado Juga Siapkan Jalur Evakuasi
Kain kuning terpasang di antara pagar dan banyak bunga yang diletakkan oleh para peziarah.
Datu Kandang Haji memiliki nama asli Datu Surya Sakti Mangku Alam.
Namun, nama Datu Kandang Haji lebih dikenal karena memiliki artian mengandang bagi tujuh turunan anak cucu untuk naik haji.
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.