Pilpres 2024

Anies, Prabowo, dan Ganjar Sikapi Perang Palestina Vs Israel, Diprediksi Muncul dalam Debat Ketiga

Begini sikap dan janji ketiga capres peserta Pilpres 2024, menanggapi perang yang tak berkesudahan antara Palestina dan Israel.

Tayang:
Editor: Mariana
Tribunnews
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan, nomor urut 2 Prabowo Subianto, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo bersiap hadapi Debat Ketiga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Begini sikap dan janji ketiga capres peserta Pilpres 2024, menanggapi perang yang tak berkesudahan antara Palestina dan Israel.

Sesuai dengan tema yang diusung KPU, Debat Ketiga Capres nantinya akan membahas pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

Debat Ketiga tersebut akan digelar pada Minggu (7/1/2024) malam, yang menghadirkan tiga capres yakni capres nomor urut 1 Anies Baswedan, nomor urut 2 Prabowo Subianto, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Sejumlah kalangan memprediksi konflik Palestina Vs Israel akan mengemuka dalam debat capres.

Publik juga menantikan pandangan para capres mengenai visi kebijakan luar negeri Indonesia dalam lima tahun mendatang.

Baca juga: Lima Remaja di Banjarmasin Diringkus Polisi Atas Dugaan Perusakan Alat Peraga Kampanye

Baca juga: Tangan Kanan Arjo Putus Diterkam Buaya saat Angkat Jaring Ikan, Dua Anaknya Teriak Menyaksikan

Lantas bagaimana sikap ketiga capres terhadap konflik Palestina Vs Israel yang hingga hari ini masih terjadi?

1. Anies Baswedan

Anies Baswedan mengatakan pemerintah Indonesia bisa membantu kemerdekaan Palestina.

Menurut dia cara yang paling realistis adalah membantu mempersatukan berbagai faksi yang ada di Palestina.

Anies mengatakan perdamaian tak akan terwujud dengan peperangan tapi negosiasi.

“Apa kata kuncinya sebelum negosiasi? Bersatu. Jadi Indonesia proaktif mempersatukan Palestina,” ujar Anies di Kantor CSIS, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Anies menyatakan cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan persatuan di Palestina adalah dengan memberikan pembelajaran pada generasi mudanya.

“Apa susahnya bawa mereka ke sini? Mereka lihat kehidupan di sini, bisa ratus (orang) bisa ribu, tinggal di sini,” ucapnya.

“Melihat bagaimana kita bisa bersatu, tenang, teduh, bawa pengalaman itu (ketika) mereka pulang,” sambung dia.

Dalam pandangan Anies, faksi yang saling terpecah di Palestina akan sulit untuk dipersatukan saat ini.

Pasalnya, konflik keamanan dan perpecahan sudah terjadi sejak lama. Maka, solusinya adalah menanamkan persatuan pada generasi muda Palestina.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved