Ramadhan 2024
Siapa Saja yang Boleh Mengqadha Puasa Ramadhan? Simak Batas Waktu Bayar Utang Puasa Ramadhan
Walaupun hukum puasa ramadhan sudah jelas wajib, namun ada beberapa orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa, simak juga batas waktu bayar utang
BANJARMASINPOST.CO.ID - Bulan Ramadhan 2024 tiba kurang dari satu setengah bulan lagi.
Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus diamalkan seluruh umat Islam, dan apabila berhalangan puasa Anda wajib untuk menggantinya.
Tidak hanya itu, bulan Ramadan juga disebut sebagai bulan yang mulia karena merupakan bulan dimana Al-Quran pertama kali diturunkan. Dan ada malam istimewa di bulan Ramadan yang disebut dengan Malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Selain keistimewaan di atas, di bulan Ramadan, umat Islam diperintahkan untuk berpuasa. Puasa diwajibkan bagi seorang muslim yang baligh, berakal, sehat, mukim, kuat, dan suci dari haid dan nifas. Allah Ta'ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)
Baca juga: Kapan 1 Ramadhan 2024? Muhammadiyah Tetapkan Mulai Senin 11 Maret, Lebaran Bakal Sama dengan NU
Baca juga: Tata Cara dan Niat Puasa Senin Kamis Digabung Qadha Puasa Ramadhan, Simak Penjelasan Buya Yahya
Walaupun hukum puasa ramadhan sudah jelas wajib, namun ada beberapa orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa, diantaranya yaitu:
- Anak kecil yang belum baligh.
- Orang sakit.
- Musafir (orang bepergian jauh).
- Wanita hamil, melahirkan dan menyusui.
- Wanita haid atau nifas.
- Orang gila.
- Orang berusia lanjut.
- Pekerja keras.
Orang-orang yang disebutkan di atas dapat tidak berpuasa selama bulan Ramadan, namun hal ini dianggap sebagai utang dan harus dibayar setelah Ramadan berakhir. Lantas, sampai kapan boleh mengganti puasa Ramadan?.
Ketentuan membayar hutang puasa Ramadan dapat dilihat jelas dalam firman Allah pada Q.S. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya:
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.
Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin.
Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya.
Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
* Batas waktu melaksanakan Puasa Qadha
Batas waktu melaksanakan Puasa Qadha adalah sebelum satu atau dua hari terakhir bulan Sya'ban, sehingga tidak boleh mepet dengan penetapan Bulan Ramadan.
Hari terakhir di Bulan Syaban itu tersebut merupakan hari syak, atau hari meragukan. Haram hukumnya berpuasa.
Berita ini sudah tayang di Tribun Medan
| Fenomena War Takjil Ramadan 2024, Jadikan Momen Berdakwah dan Meneladani Nabi Muhammad SAW |
|
|---|
| Benarkah Beras Zakat Fitrah Harus Lebih Mahal dari Konsumsi Sehari-hari? Ini Kata Buya Yahya |
|
|---|
| Contoh Itikaf Nabi SAW Diuraikan Ustadz Abdul Somad, Berlangsung 10 Hari Hingga Pagi Idul Fitri |
|
|---|
| Doa Khusus Malam Lailatul Qadar, Ustadz Adi Hidayat Ingatkan Tak Tinggalan Ibadah Ini |
|
|---|
| Tutorial Zakat Fitrah bagi Pemudik, Buya Yahya Terangkan Sesuai Tempat Berlebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/doa-di-bulan-ramadhan-1440-h.jpg)