Serambi Ummah
Pemilu 2024: Tugas Umara Selamatkan Rakyatnya dari Neraka
Seorang pemimpin adalah potret rakyatnya. Namun kita berharap kepada yang terpilih dapat menunaikan janji
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Rahmadhani
BANJARMASINPOST.CO.ID - Allah SWT dalam Surah An Nisa ayat 59: Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ulul amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.
Ayat ini memberikan pengertian bahwa kekuasaan itu berada pada Allah. Akan diberikan dan diambil terhadap seseorang sesuai dengan kehendak-Nya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Tapin, KH Hamdani menanggapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang baru saja digelar serentak di Indonesia, Rabu (14/2/2024) semalam.
Dijelaskan KH Hamdani, pada surah An Nisa Ayat 59 ini pula, keutamaan pemegang kekuasaan (ulil amri) menempati posisi dan fungsi yang sangat istimewa. Yakni sebagai orang yang harus diikuti setelah Allah dan Rasulullah.
"Imam al-Gazali dalam kitab beliau Al Mustazhiri mengatakan, fungsi khilafah (pemerintahan) adalah untuk kemaslahatan terhadap makhluk Allah SWT. Kata maslahah menjadi kunci sebuah pemerintahan dan kewajiban bagi penguasa untuk melaksanakannya," ujarnya.
Baca juga: Hukum Berutang untuk Ibadah Umrah, Tidak Masalah tapi Habib Ali Khaidir Al Kaff Ingatkan Hal ini
Kemaslahatan yang menjadi tanggung jawab pemimpin mempunyai cakupan yang sangat luas. Di antaranya maslahat jasmani dan rohani, maslahat ekonomi, maslahat keamanan, hingga maslahah politik, terlindungi hak warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dijelaskannya lagi, Imam Gazali juga mengatakan, kemaslahatan dimaksud bukan saja untuk manusianya, juga mencakup makhluk lainnya yang ada di alam ini (binatang yang hidup, hutan yang tumbuh, potensi alam) semuanya harus dimaslahatkan.
"Di Indonesia, kita baru saja melakukan pemilihan pada 14 Februari 2024 secara kondusif dan berlangsung damai. Seorang pemimpin adalah potret rakyatnya. Namun kita berharap kepada yang terpilih dapat menunaikan janji. Menjadikan negara dan bangsa Indonesia ke depan lebih maslahah,"' ujarnya.
Sebagai bahan renungan bagi pemimpin, seorang ulama hikmat mengatakan umara adalah penjaga neraka. Tugasnya jangan sampai satu pun dari rakyatnya yang masuk neraka.
Bagi umara dalam melaksanakan fungsinya dibekali baitul maal, tongkat komando dan pedang. Agar dapat membebaskan rakyatnya yang karena kemiskinan mereka itu melanggar hukum Tuhan dan berbuat kezaliman.
"Dengan tongkat komando, selamatkan rakyatnya dari neraka, dengan perintah dan larangan, dan kebijakan yang tepat. Agar rakyatnya tidak berbuat maksiat dan dosa. Gunakan pedang, berupa ketegasan, memberikan hukuman bagi pelanggar dengan dasar keadilan," pungkasnya.
* Ajun Memilih Berdasar Kriteria Islam
MASYARAKAT di Indonesia hingga kawasan pelosok dan juga yang berdomisili di luar negeri, baru saja menggelar pesta demokrasi melalui Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Rabu (14/2).
Sepanjang tahapan berlangsung, hingga puncaknya di 75 hari masa kampanye, berbagai upaya dilakukan kontestan untuk meraih perhatian dan suara konstituen.
Begitu pula masyarakat yang menjadi objek memilih, tidak jarang beradu argumentasi demi menonjolkan sosok yang dia pilih, baik di pertemuan langsung maupun dunia maya.
| Hukum Biaya Tukar Uang, Ustadz Musthofal Fitri : Bedakan Nilai Tukar dan Upah Jasa |
|
|---|
| Zakat Tak Hanya Penggugur Kewajiban, Ketua Baznas Banjarbaru : Pembersih Harta dan Jiwa |
|
|---|
| Pengalaman Menarik Kepala KUA Tapin Utara, Nikahkan Pengantin di Rumah Sakit |
|
|---|
| Tradisi Bagarakan Sahur di Kalsel, Ustadz H Abdul Hafiz : Bagian Budaya Ramadan |
|
|---|
| Unik dan Menarik, Ustadz Hadi Purwanto Berdakwah Melalui Seni Kaligrafi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ketua-MUI-Tapin-KH-Hamdani.jpg)