Serambi Ummah
Pemilu 2024: Tugas Umara Selamatkan Rakyatnya dari Neraka
Seorang pemimpin adalah potret rakyatnya. Namun kita berharap kepada yang terpilih dapat menunaikan janji
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Rahmadhani
Namun semuanya perlahan redam setelah pemungutan suara berakhir. Karena tiap pilihan mulai terlihat hasilnya. Ada unggul ada pula yang diungguli.
Dituturkan satu warga Kota Rantau, Kabupaten Tapin, Anita Juniarti, sepanjang pemilihan berlangsung dia turut memastikan hak suara tersampaikan, yakni ke TPS untuk menunaikan hak politik di bilik suara.
Mengaku memiliki pilihan jauh-jauh hari sesuai hati, dia tidak mempersoalkan saat yang didukung kalah. Asalkan selama pelaksanaan berjalan sesuai kaidah dan ketentuan.
“Jika pemimpin yang terpilih bukanlah pilihan, hal terbaik adalah menerima keputusan demokratis tersebut,” ujar Ajun kepada Serambi UmmaH.
Selain itu, dia memilih sesuai aturan Islam dengan menempatkan sejumlah kriteria. Seperti bertakwa, jujur, istiqamah, amanah, punya ilmu pengetahuan dan keberanian, sabar, serta memiliki rasa peduli dan kasih sayang.
Ada pun terkait ada perbedaan pilihan dengan orang lain, kolega, teman, maupun anggota keluarga, Ajun menilai sebuah kewajaran. “Ini mencerminkan keberagaman pandangan dan nilai di masyarakat. Terpenting adalah memastikan proses pemilihan yang adil dan transparan serta menghargai pendapat semua pihak,” imbuhnya.
Dia pun mengajak semua pendukung entah paslon mana saja untuk saling merangkul dan menghormati. Semangat untuk bersatu dan bekerja sama demi kebaikan harus tetap jadi yang utama.
Ari Muhammad Sidik, satu di antara puluhan pekerja tambang di Kabupaten Tapin mengaku antusias mengikuti Pemilu 2024 ini. Meskipun harus mengurus formulir A terlebih dahulu hingga akhir batas waktu usai pulang kerja. “Antusias mencoblos, pokoknya asal jangan golput,” ucapnya.
Sementara itu, Hj Nur Makiah harus bergegas pulang dari pasar berjualan ikan hanya untuk menunaikan hak pilih. Terlepas dari kalah atau menang pilihannya, Makiah tidak terlalu mempermasalahkan. Karena keamanan dan kedamaian sesama pemilih adalah hal yang utama.
“Santai saja, yang penting tugas kita terlaksana dan tidak golput,” kata warga Kelurahan Rantau Kanan, Kabupaten Tapin itu.
(Banjarmasinpost.co.id/Tabri)
| Ulama Idealnya Tidak Meminta, Ustadz H Abdul Hafiz Ungkap Rahasia Jaga Keikhlasan |
|
|---|
| Membantu Tak Harapkan Imbalan, Ustadz Hadi Purwanto Pegang Prinsip Pandai Bersyukur |
|
|---|
| Hukum Jasa Makelar dalam Islam, Ustadz Abdul Karim Ingatkan Syariat Jual Beli |
|
|---|
| LGBT Bukan Fitrah Manusia, Jelas Haram, Ustadz Zulkifli : Penyimpangan dan Dosa Besar |
|
|---|
| Hukum Biaya Tukar Uang, Ustadz Musthofal Fitri : Bedakan Nilai Tukar dan Upah Jasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ketua-MUI-Tapin-KH-Hamdani.jpg)