Pilkada 2024

Raih Elektabilitas Tertinggi Bersama Muhidin Versi LSPP, Ibnu Sina Mengaku Bertemu Hasnur

Ibnu Sina menyebutkan masih memungkinkan dirinya untuk maju, entah sebagai gubernur atau wakil gubernur.

Tayang:
Foto Ist
Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina 

Direktur Riset LSPP, Safa Muzdalifah mengatakan, jajak pendapat dilakukan selama satu pekan dari periode 26 Februari sampai 3 Maret 2024.

Menurutnya, hal itu yang berpotensi jadi pemicu tak ada nama Acil Odah dalam hasil survei sementara.

“Karena memang nama Acil Odah di bursa Pilgub baru mencuat belakangan terakhir, tepatnya saat kedatangan Gus Miftah ke Banjarmasin kan,” katanya.

Sedangkan untuk nama Ibnu Sina, menurut Safa, merupakan faktor jabatannya sebagai Wali Kota Banjarmasin dua periode.

“Banjarmasin memang selalu menjadi sorotan, sehingga berdampak terhadap Ibnu Sina. Ketenaran nama di media sosial juga termasuk yang mempengaruhi,” ujarnya.

Safa menjelaskan, jajak pendapat dilakukan melalui metode kualitatif atau wawancara secara langsung dengan responden yang dipilih.

“Tim di lapangan tak menyodorkan nama-nama pilihan. Tim hanya menanyakan siapa gubernur yang diharapkan responden. Jika tak ada nama (disebutkan), maka masuk kategori jawaban tidak tahu,” jelasnya.

Jumlah sampel yang diambil oleh LSPP sebanyak 1.074 responden. Tersebar dari 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Sementara itu, total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kalsel pada Pemilu 14 Februari 2024 sebanyak 3.025.220 orang.

Berdasarkan data yang disajikan LSPP, mayoritas responden berasal dari kalangan milenial muda antara usia 23-30 tahun. Angkanya mencapai 29,68 persen.

Responden milenial matang usia 31-40 tahun sebanyak 22,31 persen. Generasi X (41-52 tahun) ada 20,79 persen. Generasi Z (22 tahun ke bawah) sebanyak 18,34 persen.

Kemudian Baby Boomers (53-71 tahun) 7,37 persen. Silent Gen atau di atas 71 tahun ada 0,38 persen.

Sedangkan yang tidak mengisi kategori usia ada 1,13 persen responden.
LSPP juga merilis klasifikasi responden berdasarkan pekerjaan. Mayoritas adalah wisaswasta sebanyak 32,62 persen.

Disusul ibu rumah tangga 12,89 persen, mahasiswa 8,59 persen, dan karyawan swasta 7,81 persen.

“Lembaga ini bersifat independen. Kami sudah melakukan penelitian secara mandiri sebelumnya, namun baru bersatu pada tahun 2023,” ujarnya.

Diketahui, LSPP berisikan sejumlah akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat. Safa berharap, survei elektabilitas yang mereka lakukan menjadi kontribusi dalam pesta demokrasi di Banua.

“Tentu ini bukan penentu, hanya sebagai referensi politik bagi masyarakat luas atau mereka yang akan berkontestasi,” ujarnya. (msr)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved