Geopark Meratus

Berbarengan Negara Lain, UNESCO Bakal Evaluasi Usulan Geopark Meratus

Kabar gembira UNESCO bakal melakukan evaluasi terhadap Geopark Meratus di Kalimantan Selatan. Terlihat ada 18 usulan akandi evaluasi

Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Makam Keramat Tenggelam di Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, merupakan situs ke-38 dan masuk rute Timur Geopark Meratus. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO bakal melakukan evaluasi terhadap Geopark Meratus di Kalimantan Selatan.

Melalui laman resmi UNESCO Digital Library pada dokumen dengan kode SC/2024/UGGp/1 Rev, ada 18 usulan yang akan dievaluasi.

Dari Indonesia, hanya ada dua yakni Geopark Meratus dan Kebumen.

Sisanya, Geopark Mount Kilimanjaro dari Tanzania dan beberapa geopark lain dari negara Brazil, Canada, RRC, Itali, Mexico, Morocco, Norwegia, Korea, Romania, Saudi Arabia, Spanyol, Inggirs, Irlandia Utara, Vietnam.

“Ini sangat luar biasa, Geopark Meratus sejajar dengan Niagara, Mount Kilimanjaro, Danyang, Chefchaouen, Lang Son, Alta Murgia, dan beberapa geopark lain di dunia,” kata Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM), Hanifah Dwi Nirwana.

Ciri-ciri geologi Geopark Meratus terutama disebabkan oleh serangkaian peristiwa tektonik kompleks yang berkaitan dengan lempeng tektonik sepertitumbukan dan subduksi.

Hal itu tertulis dalam laman deskripsi Geopark Meratus sebagaimana dosier yang telah disubmit ke UNESCO.

Baca juga: BREAKING NEWS - Oknum Bhayangkari di Kalsel Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Investasi Bodong

Baca juga: BREAKING NEWS - 9 Ekor Buaya Muncul, Pengunjung Pantai Batakan Baru Tanahlaut Dilarang Berenang

“Pegunungan Meratus yang membentuk sebagian besar geopark ini terdiri dari ofiolit, batuan yang terbentuk di dasar laut sekitar 198 juta tahun yang lalu, namun terdorong ke daratan selama tumbukan antara 137 hingga 110 juta tahun yang lalu,” jelasnya.

Menurut Hanifah, Ofiolit tergolong langka secara global. Meskipun ditemukan di tempat lain di Indonesia, Pegunungan Meratus menyimpan rangkaian ofiolit terlengkap dan tertua di negara ini.

Dengan demikian, mereka mewakili situs penting untuk memahami proses tektonik yang tidak biasa di balik pembentukannya.

Batu kapur yang diendapkan di bawah air laut dari 36 hingga 16 juta tahun yang lalu, kemudian terangkat ke daratan karena aktivitas tektonik.

Pelarutan sebagian batuan kapur ini mengakibatkan lanskap karst dan pembentukan struktur gua besar.

“Terakhir, sedimen aluvial yang terbentuk selama ~1 juta tahun terakhir mengandung berlian dalam konsentrasi yang cukup untuk mendukung penambangan rakyat,” ucap Hanifah.

Sumber berlian ini masih misterius dan menjadi target penelitian yang sedang berlangsung.

Momentum evaluasi ini merupakan momentum penting yang harus dipersiapkan secara matang oleh Badan Pengelola Geopark Meratus. Mulai pemerintah provinsi, kabupaten, kota yang menjadi lokasi 54 situs Geopark Meratus, dan pihak terkait.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved