Book Lover
Mengubah Kebiasaan Buruk Jadi Baik
Azizah punya moto: Lebih baik mencoba dan kamu tahu apa itu kegagalan daripada tidak pernah bergerak sama sekali, karena ia suka membaca buku motivasi
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Lebih baik mencoba dan kamu tahu apa itu kegagalan daripada tidak pernah bergerak sama sekali. Demikian moto mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin ini.
Azizah punya moto demikian karena ia suka membaca buku motivasi. Buku motivasi yang paling berkesan dan mengubah pola pikirnya adalah Atomic Habits karya James Clear.
"Buku ini mengajarkan saya tentang kebiasaan yang kita lakukan dimasa lalu yang akan berdampak pada masa depan. Dan juga mengajarkan masa sekarang adalah hasil dari kebiasaan-kebiasaan yang kita perbuat di masa lalu baik itu secara terus menerus ataupun tidak," ujarnya.
Gadis kelahiran Halong, 22 April 2004 ini merasakan isi buku ini mendorongnya untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik untuk kehidupan masa depan yang lebih baik. "Setelah membaca buku, pasti banyak sekali manfaat yang saya rasakan," kata Wakil 2 Putera Puteri Dakwah 2024 tersebut.
Manfaat tersebut, membaca melatih dan merangsang otak. Juga memahami pemikiran dan perasaan orang lain, meningkatkan empati dan kemampuan sosial.
Membaca buku dapat mengurangi stres, membuat detak jantung lebih terkontrol, dan mengurangi ketegangan pada otot.
Meningkatkan kreativitas, membantu dalam memahami sudut pandang orang lain, dan meningkatkan toleransi.
Membaca buku secara rutin dapat memperbanyak kosakata, meningkatkan kemampuan berbicara dengan bahasa yang lugas. "Semakin banyak membaca, semakin banyak kata yang diperoleh untuk berbicara dan mengekspresikan diri dengan baik," kata warga Jl Trikora, Banjarbaru tersebut.
Buku yang ditulis dengan baik dapat membawa pembaca ke alam lain, mengalihkan perhatian dari rutinitas yang membosankan, dan memberikan rasa relaksasi.
Setiap bacaan akan mengisi kepala dengan informasi baru yang suatu saat akan berguna dalam menghadapi tantangan.
Azizah, mengatakan, semasa sekolah sering mengunjungi perpustakaan dengan teman-teman dan banyak membaca buku berbagai jenis. "Saya dulu suka membaca buku cerita yaitu buku dongeng, novel, komik dan lainnya. Namun, sekarang saya lebih suka membaca buku inspiratif dan juga motivasi yang membuat saya bisa lebih bersemangat untuk membangun diri menjadi lebih baik," ungkapnya.
Azizah biasanya membaca buku pada malam hari karena pada pagi sampai sore ada jadwal perkuliahan.
Sekitar 30 menit sampai 1 jam per hari ia sisihkan waktu untuk membaca buku. Walaupun dalam keadaan sibuk kuliah, ia masih berusaha untuk meluangkan waktu untuk membaca.
Soal beli buku, tidak ada waktu pasti. Azizah membeli buku jika memang ada buku yang ia suka dan juga membuatnya tertarik. "Saya lebih senang membeli secara online karena bisa memilih buku dengan gampang melalui handphone saja. Selain itu, dengan kesibukan perkuliahan saya terkadang saya tidak ada waktu untuk mengunjungi toko buku," tukasnya.
Jumlah buku dibeli, tidak pasti, jika menemukan buku yang membuat tertarik, ia akan membelinya di online shop ataupun toko buku terdekat. "Saya memiliki koleksi buku self improvment seperti Atomic Habits dan juga buku Insecurity, Self-Healing dan beberapa Novel Fiksi. Saya juga sering membaca buku motivasi dan cerita lagenda," pungkasnya. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Siti-Azizah.jpg)