Tribun Smart
Jangan Menyerah dengan Keterbatasan Ekonomi
Aulia yang kini menjalani semester empat, selain kuliah ia juga mengisi waktu lowong dengan bekerja di toko keluarganya di Banjarmasin.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sulit mendapat rezeki yang bagus jika kita tak berpendidikan. Kalimat itu sangat diingat oleh perempuan ini. Apalagi yang mengucapkannya adalah ibundanya.
Ya, sang ibu selalu memotivasi putri tunggalnya ini untuk terus sekolah. Bahkan saat Aulia Sapitri harus kuliah ke Banjarmasin, ia disemangati agar mengisi waktu dengan banyak mencari pengalaman dan bekerja.
Aulia yang berkuliah di FKIP ULM Prodi Pendidikan Ekonomi adalah penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar). Atas hal itu ia sangat bertanggungjawab dalam menjalani kuliah.
"Keterbatasan ekonomi tak boleh menghambat kuliah. Alhamdulillah sampai sekarang perkuliahan berjalan lancar," tukas Aulia yang semasa SMA di Amuntai sering ranking satu.
Aulia yang kini menjalani semester empat, selain kuliah ia juga mengisi waktu lowong dengan bekerja di toko keluarganya di Banjarmasin.
"Kakak dari orangtua saya punya toko perak dan saya diberi keleluasaan untuk belajar bekerja di sana. Jadi saat ada waktu lowong saya sempatkan membantu di toko," kata Aulia.
Selain itu di luar kampus ia juga aktif di kegiatan relawan Pemuda Bakti Banua di bawah naungan Hasnur Grup.
"Sebagai relawan ada berbagai bidang bisa diambil, saya di bidang pendidikan," ujar Wakil Putri Pendidikan Ekonomi ini.
Para relawan bidang pendidikan tugasnya menjadi tutor untuk anak-anak belajar terutama pada anak yang punya keterlambatan menyerap pelajaran.
Salah satunya adalah pelajaran baca tulis hitung alias Calistung. Jadi anak sekolah didata siapa saja yang lambat calisung kemudian ditetapkan hari khusus untuk dilatih supaya mengejar ketertinggalan.
Selain di Banjarmasin, kegiatan tersebut juga di beberapa kabupaten kota dan Aulia mendapat wilayah Tapin. "Karena anak-anak di sana sudah sudah bisa calistung maka yang saya ajarkan adalah bahasa Inggris," jelasnya.
Dari pengalaman sebagai relawan, Aulia dapat belajar bagaimana gaya berinteraksi atau cara berbaur dengan anak-anak. "Mereka semangat kalau didatangi relawan untuk belajar," jelasnya.
Dalam hal suasana belajar mereka menerapkan metode permainan, sebagai contoh kata one cat dihilangkan satu hurup, maka mereka berpikir untuk memperkirakan hurup apa yang hilang itu sehingga terbentuk kata yang benar.
"Belajar sambil bermain itu menyenangkan mereka, dari metode seperti ini setiap anak dapat informasi tambahan yang bermanfaat bagi mereka," tandas Aulia.
Semasa SMA, Aulia pernah mewakili Hulu Sungai Utara (HSU) pada Olimpiade Ekonomi tingkat provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Itulah yang memotivasinya kuliah di Keguruan dengan Prodi Pendidikan Ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Aulia-Sapitri.jpg)