Tribun Series Suara Rakyat

Sosok Tidak Muncul Secara Instan

Sejumlah tokoh bakal maju ke kontestasi Pemilihan Gubernur Kalsel di Pilkada 2024. Di antaranya H Muhidin yang berpasangan dengan Hasnuryadi

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Capture Youtube BPost
Program bincang politik Tribun Series Suara Rakyat yang dipandu jurnalis BPost Rahmadhani akan mengulasnya bersama Wakil Ketua DPW PAN Kalsel, Afrizaldi dan pengamat politik dari Uniska Banjarmasin, MS Shiddiq. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejumlah tokoh bakal maju ke kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan di Pilkada 2024. Di antaranya H Muhidin yang saat ini masih menjabat Wakil Gubernur Kalsel.

Pria yang juga Ketua DPW PAN Kalsel ini kabarnya menggandeng kader Partai Golkar, Hasnuryadi Sulaiman.

Program bincang politik Tribun Series Suara Rakyat yang dipandu jurnalis BPost Rahmadhani akan mengulasnya bersama Wakil Ketua DPW PAN Kalsel, Afrizaldi dan pengamat politik dari Uniska Banjarmasin, MS Shiddiq.

Muhidin sudah mengumumkan pasangannya dengan Hasnuryadi?

Afrizaldi: Memutuskan pasangan untuk maju tidak mudah. Pertimbangan itu tidak datang secara instant. Jadi dalam hal menjajaki tentang Kalimantan Selatan itu ada suatu kebutuhan di mana Kalimantan Selatan ini sebagai suatu daerah yang memang kaya akan sumber daya alamnya.

Nah, ini diperlukan sumber daya manusianya.  Di sini, Haji Muhidin melihat bahwa sosok Hasnuryadi yang identik dengan kaum pemuda ini bisa mewakili para pemuda nantinya untuk bisa menyampaikan aspirasinya.

Ini kami akan bisa mengemas 5 tahun ke depan Kalimantan Selatan ini terkait tentang generasi mudanya. Jadi satu kolaborasi yang kami harapkan nantinya bisa menjadi kemajuan bagi Kalsel.

Di mana Haji Muhidin memiliki visi misi ingin membangun Kalsel dengan pemerataannya di kolaborasikan dengan pak Hasnuryadi yang identik dengan semangat mudanya semangat olahraganya semangat kepemudaanya. Nah ini kami rasa Sesuatu yang sangat cocok.

Ada beberapa survei yang menyatakan H Muhidin dan Hasnur unggul?

Afrizaldi: Memang hasil survei ini sudah mulai banyak yang muncul. Jadi tentu survei ini berdasarkan metode. Artinya tokoh yang disurvei ini tidak muncul secara instant.

Nah seperti H Muhidin beliau memang nama yang sudah lama sudah lama berkecimpung di dunia politik yang tentu sangat familiar bagi masyarakat. Terus terang kami saat ini minim sosialisasi dengan dengan masyarakat.

Tapi dalam survei tetap Muhidin yang tinggi. Artinya masyarakat ini mengenal Haji Muhidin ini bukan berdasarkan karena beliau mungkin memasang baliho atau beliau sering berkeliling. Tapi karena memang beliau adalah orang yang sudah dikenal.

Munculnya beberapa tokoh untuk maju pada pilkada, bagaimana pandangan bapak?

MS Shiddiq: Yang pertama lihat harus kita pahami bahwa politik itu kan sesuatu yang sangat fleksibel. Sama dikatakan oleh Afrizal tadi semuanya sangat cair. Bahkan di detik terakhir kita tahu persis akan banyak perubahan seperti apa dan itu sesuatu yang biasa.

Misalnya saja dalam dalam politik bahwa sekarang muncul sejumlah nama, terutama tokoh yang sekarang sudah banyak terpasang spanduk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved