Book Lover

Sabrina Paling Suka Baca Novel

Bahan bacaan yang digemari Sabrina cukup beragam, cerita fiksi maupun nonfiksi. Namun bacaan yang paling disenangi novel dan sirah nabawiyah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Sabrina Ayunda Maulidania Book Lover 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bahan bacaan yang digemari Sabrina Ayunda Maulidania cukup beragam, cerita fiksi maupun non fiksi. Namun bacaan yang paling disenangi sejak SMP hingga kini adalah novel dan sirah nabawiyah.

Koleksi ia miliki antara lain Muhammad Sang Yatim karya Muhammad Sameh Said, beberapa karya Kang Abay yaitu Ta'aruf 5.0, Demi Allah Aku Ikhlas, Cara Muslimah Memperjuangkan Cinta.

Kemudian Kisah Wanita Pilihan, Self Healing with Qur'an karya Ummu Kalsum IQT, dan Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi. Buku yang paling berkesan adalah Muhammad Sang Yatim, karena itu buku pertama yang ia beli ketika kuliah.

Saat itu ia ingin lebih tahu dan lebih mengenal Baginda Nabi Muhammad SAW. Ini buku best seller di toko buku Gramedia pada 2016. "Bukunya menceritakan perjalanan manusia pilihan Allah SWT untuk menjadi pemimpin umat Islam. Pada bagian awal menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS, sebagai Bapak para Nabi dan Rasul," ujar Sabrina.

Kemudian dilanjutkan kisah orangtua Nabi Muhammad SAW, hingga beliau menjadi anak yatim piatu dan menjadi cucu kesayangan kakeknya, Abdul Muthalib. Tak lama kemudian Abdul Muthalib meninggal dan Nabi Muhammad SAW harus survive dalam kehidupan di usia yang masih kecil tanpa orangtua. Sehingga pamannya, Abu Thalib merasa iba dan merawat Nabi Muhammad SAW.

Pada bab berikutnya, berisi tentang proses perjalanan Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul, di mana banyak terjadi perperangan pada saat itu.

Beberapa kali perang terjadi untuk menegakkan agama IsIam, bukan perang untuk menyebarkan agama IsIam. Karena IsIam disebarkan dengan dakwah dan memberikan pemahaman makna tauhid kepada masyarakat.

Tak ada paksaan dalam memeluk IsIam. Karena IsIam itu hidayah dan diterima oleh akal dan hati terbuka.

Bab akhir pada buku ini bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad bersama keluarga. Membaca buku ini akan membawa kita merasakan kesedihan,kegelisahan, kegeraman, dan kebahagiaan yang dialami Rasulullah sepanjang masa hidupnya.

"Kelembutannya sebagai seorang suami, ayah, dan sahabat. Keperkasaannya saat memimpin perang. Kecerdasannya saat melakukan perjanjian dengan musuh. Jiwa pemaafnya saat musuh telah terkapar dan kalah. Kepasrahannya saat Allah memberinya cobaan berat yang bertubi-tubi. Tidak ada satu tindakan pun yang diambil oleh beliau selain perintah dan wahyu dari Allah SWT," beber wanita kelahiran Tulungagung 22 Februari 1997 ini.

Guru PPPK yang tinggal di Desa Asam Jaya, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut ini merasakan manfaat membaca adala memperluas wawasan sebagaimana pepatah buku adalah jendela dunia.

"Dengan membaca buku kita dapat berselancar ke dalam imajinasi dan pikiran penulis buku. Selain itu mengurangi rasa lelah, karena saat membaca, imajinasi kita terbawa pikiran sang penulis. Rasa lelah teralihkan dengan imajinasi kita sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur," ujar penghobi membaca dan menari ini.

Sejauh ini, ia tidak memiliki waktu spesifik untuk membeli buku, kadang saya beli buku ketika bahan bacaan yang ada, telah selesai i baca. Selain itu, ketika ada buku baru yang menurutnya menarik.

Sabrina yang punya moto; Man Jadda Wajadda (siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil), gemar membaca buku bermula ketika duduk di bangku SD. Buku yang ia baca saat itu masih genre ringan dan sederhana, antara lain majalah Kiko, cerita fabel, dan komik. Namun saat duduk di bangku SMP, saya mulai gemar membaca novel dan karya ilmiah.

"Dari situ keinginan saya untuk menulis mulai muncul, dan saya mulai mencoba untuk membuat cerpen," tandasnya. (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved