Pilkada Kalsel 2024

Kalsel Diklaim Bukan Daerah Rawan Pilkada Serentak 2024

Ternyata Kalimantan Selatan iklaim berstatus bukan daerah rawan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024

Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki
Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie berbicara pada sosialisasi tahapan Pilkada, Selasa (9/7/2024) di Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan diklaim berstatus bukan daerah rawan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Hal tersebut diungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, Heriansyah saat kegiatan sosialisasi tahapan Pilkada, Selasa (9/7/2024) di Banjarmasin.

Heriansyah menyebut, indeks rawan di wilayah Kalsel masih di bawah angka rata-rata nasional. Hal itu berdasarkan pemetaan yang dilakukan bidang Pengawasan Nasional (Wasnas).

“Alhamdulillah, indeks rawan Kalsel masih di bawah nasional. Kondisi aman dan tertib,” ungkapnya.

Meski demikian, Heriansyah mewanti-wanti semua pihak untuk tetap siaga. Ia berharap masyarakat bisa sama-sama menciptakan kondusifitas pada Pilkada nanti.

“Sesuai pesan Pak Gubernur, kita harus melaksanakan pilkada dengan riang gembira,” ujarnya.

Baca juga: Ngeri, Tak Hanya 2 Orang Tewas Akibat Racikan Kecubung, 28 Orang Dilarikan ke RSJ Sambang Lihum

Baca juga: Racikan Kecubung Dikabarkan Buat 2 Warga Banjarmasin Tewas, Polisi Telusuri Dugaan Lokasi Penjualan 

Di sisi lain, Heriansyah menyatakan bahwa awak media dalam pesta demokrasi lima tahunan memiliki peran.

Oleh karena itu, Kesbangpol Kalsel meminta kerja sama insan pers untuk mengedukasi masyarakat terkait tahapan Pilkada 2024.

“Peran media massa dalam Pilkada 2024 sangat penting. Tentunya agar seluruh masyarakat mengetahui tentang tahapan-tahapan Pilkada di Kalsel, bagaimana menciptakan suasana yang kondusif,” pesannya.

Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Zainal Helmie sebagai pemantik.

Ia menerangkan, pers merupakan bagian pilar demokrasi memiliki fungsi vital sebagai kontrol sosial. 

Menurutnya pemberitaan media massa terkait Pilkada akan membawa pengaruh besar terhadap pesta demokrasi.

Karenanya, Zainal Helmie meminta pers Kalsel agar menyajikan berita berimbang yang menyejukkan dan berpedoman dengan kode etik jurnalistik, meski terjadi persaingan antar kandidat.

“Tugas pekerja media bertambah. Kita harus bisa meluruskan hoaks atau informasi yang tidak jelas berseliweran di media sosial. Untuk kita, mari bersama-sama mengangkat berita berkualitas,” serunya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved