Religi

Jadwal 1 Safar 2024, Buya Yahya Paparkan Amalan yang Bisa Diamalkan Umat Islam

Buya Yahya memaparkan sejumlah amalan-amalan sunnah yang bisa diamalkan umat Islam. Berikut jadwal 1 Safar 1446 H.

Tayang:
Editor: Mariana
kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya . Dalam satu ceramahnya Buya Yahya menerangkan amalan-amalan sunnah di bulan Safar 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya memaparkan sejumlah amalan-amalan sunnah yang bisa diamalkan umat Islam.

Jadwal 1 Safar 1446 Hijriyah bertepatan Agustus 2024 bisa disimak di artikel ini.

Disampaikan Buya Yahya, sejumlah amalan itu juga bisa dikerjakan kapan saja di bulan-bulan lainnya dalam penanggalan Hijriyah tak hanya di bulan Safar.

Di antara amalan yang dapat dikerjakan di bulan Safar, yakni membaca Alquran dan sholat malam.

Buya Yahya pun mengklarifikasi adanya amalan yang berkembang di kalangan masyarakat di daerah tertentu yang tidak dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW atau bukan anjuran Rasulullah SAW.

Baca juga: dr Zaidul Akbar Bagikan Tips Cara Melindungi Organ THT: Sempurnakan Wudhu

Baca juga: Daftar Fakta Kandungan Roti Aoka dan Okko: Ada Perbedaan Hasil Uji Lab BPOM, Berikut Hasilnya

Jadwal 1 Safar 1446 Hijriyah

Sebagaimana diketahui, saat ini masih berada di bulan Muharram 1446 Hijriyah, maka tahun ini jadwal 1 Safar 1446 Hijriyah bertepatan pada Senin (5/8/2024) nanti.

Buya Yahya menuturkan ada sejumlah amalan yang bisa dilaksanakan di bulan Safar sebagaimana di bulan-bulan lainnya, misalnya membaca Alquran.

"Kalau ada amalan lainnya misal baca Yasin, baca doa, sedekah di bulan Safar agar ditolak dari bencana, itu amalan yang sah atau boleh-boleh saja dilakukan, tak hanya dibaca saat rebo wekasan, tapi setiap saat boleh dilakukan," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Selain itu, saat membaca surah Yassin boleh mengulang-ulang beberapa ayat, misalnya "Salaamun qoulam mirrobbirrohim" sebanyak tiga kali.

Amalan lainnya yakni shalat malam, sebanyak-banyaknya jumlah rakaat yang dilakukan adalah sah.

Namun afdholnya melakukan shalat malam dua rakaat sekali salam, namun bagi yang melakukan empat dan enam rakaat tetap sah.

"Apakah ada shalat tolak bala, yang benar adalah shalat hajat untuk menolak bala, berapapun rakaatnya setelah shalat membaca doa dijauhkan dari marabahaya, atau saat sedekah diniatkan untuk menolak bala, sah," ucap Buya Yahya.

Karena itu, tidak perlu menghujat amalan-amalan itu. Yang terpenting adalah tidak melakukan kebohongan misalnya mimpi bertemu Nabi SAW.

Selagi tidak bertentangan dalam Islam dan tidak dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW maka boleh-boleh saja.

Terkait amalan rebo wekasan, Buya Yahya menegaskan amalan yang seringkali tersebar di bulan Safar itu bukan bersumber dari hadist Nabi SAW.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved