Book Lover

Menikmati Permainan Kata

Nida Athiya Mahfudz biasanya membaca ketika pagi hari dan akhir pekan. Baginya membaca di pagi hari saat pikiran masih segar sangat bermanfaat.

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Banjarmasin Post
Profil pencinta buku Nida Athiya Mahfudz 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap buku menawarkan pengalaman baru, perspektif berbeda, dan pengetahuan yang memperkaya. Membaca menjadi cara untuk menjelajahi dunia tanpa batas. 

"Dengan membaca, saya bisa memahami budaya, sejarah, dan berbagai ide yang merangsang pemikiran kritis saya untuk membuat sebuah karya, yaitu puisi dan cerpen," kata Nida.

Novel nonfiksi dan buku antologi puisi serta cerpen, ketiga bahan bacaan tersebut sangatlah menarik menurut mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakulas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

"Novel fiksi dengan alur cerita yang menarik dan karakter yang berkembang, serta buku antologi puisi dan cerpen yang dapat membuat saya menikmati permainan kata dan keindahan bahasa," ujarnya.

Nida Athiya Mahfudz yang lahir di Banjarbaru 16 April 2005 ini,  biasanya  membaca ketika pagi hari dan akhir pekan. Baginya membaca di pagi hari saat pikiran masih segar sangat bermanfaat. Ini adalah waktu di mana otak lebih reseptif terhadap informasi baru. 

"Membaca di pagi hari juga dapat mempersiapkan pikiran untuk hari yang produktif dan membantu meningkatkan fokus serta konsentrasi," kata warga Banjarbaru ini.

Begitupula ketika akhir pekan, akhir pekan sering kali memberikan lebih banyak waktu luang, sehingga ia bisa memanfaatkan waktu untuk membaca lebih lama. 

Dalam sehari, ia membaca buku sekitar 30 menit hingga 2 jam, tergantung bahan bacaan yang saya baca. Ketika tujuannya untuk belajar, maka akan menghabiskan banyak waktu lagi untuk membaca. Yang terpenting baginha adalah konsistensi, kualitas waktu membaca dan menemukan keseimbangan yang tepat dengan menikmati proses membaca itu sendiri.

"Manfaat yang saya rasakan ketika banyak membaca adalah yang pertama, meningkatkan keterampilan berbahasa, dengan membaca saya dapat memperkaya kosa kata, membuka pemahaman mengenai tata bahasa dan meningkatkan kemampuan menulis serta berbicara," paparnya.

Kedua, menambah pengetahuan serta wawasan yang lebih luas, dengan banyak membaca dapat menambah wawasan tentang berbagai topik dan membantu memahami dunia dari perspektif yang berbeda. 

Ketiga, stimulasi mental dan pengurangan stress, membaca dapat membantu menjaga kesehatan otak dan membantu menenangkan pikiran serta mengurangi kecemasan. 

"Saya lebih suka belanja buku secara offline, karena membeli buku secara offline menurut saya memberikan beberapa keuntungan, diantaranya adalah saya bisa mengekplorasi dan membeli banyak buku yang bervariasi secara langsung, dan juga saya mendapatkan pengalaman fisik yang menyenangkan dalam hal berinteraksi dengan staf yang telah berpengalaman mengenai rekomendasi buku," papar Nida.

Mengenai koleksi buku, ia memiliki buku novel dengan judul Catatan Juang, karya Fiersa Besari, Tentang Kamu dan Bumi karya Tere Liye, Antologi Puisi Melintas Mega Jingga karya Helawatin Najwa, When The Days Were Raining, Banjarbaru`S Rainy Day Literary Festival 2019 karya penulis-penulis Kalimantan Selatan.

Buku Antologi puisi cerpen/kisdap, essai dan resensi Mereka yang Bicara, Corona Mengepung Listrik Melambung, Puisi tak pernah Mati, Bertaut Taqdir, Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur'an karya Dr H Syahidin dan masih banyak lagi. 

Buku yang berkesan adalah Antologi Puisi, Cerpen/Kisdap, Essai dan Resensi Mereka Yang Bicara, dan Bertaut Taqdir. Kedua buku ini adalah buku antologi karyanya sendiri dan beberapa rekan-rekan penulis di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved