Book Lover
Membuka Rasa Ingin Tahu
Buku Ayat-Ayat Cinta yang menurut Sajida memberi pesan seberapa penting kejujuran dan memberikan sudut pandang yang luas.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Wanita penyandang gelar Duta Literasi Indonesia Kalimantan Selatan 2024, memiliki koleksi buku antara lain Ayat-Ayat Cinta, Bidadari Bumi, Assalamualaikum Tarim, Rumah tanpa Jendela, Marmut Merah Jambu, Pintu Harmonika, Tetaplah Bodoh jangan Pintar.
Di antara koleksinya itu yang paling spesial dan berkesan yaitu Ayat-Ayat Cinta yang menurutnya memberi pesan seberapa penting kejujuran dan memberikan sudut pandang yang luas.
"Saya membaca buku itu berkali-kali," ujar Sajida Thoriya, warga Jl Veteran Komplek Luthfia Tunggal, Sungai Sipai, Martapura, Kabupaten Banjar ini.
Selain itu Assalamualaikum Tarim adalah buku yang juga luar biasa baginya. Buku ini mengajarkan self improvement dengan mengikuti kisah perjalanan menemukan diri sendiri ustadzah Halimah Alaydrus yang menuntut ilmu ke kota Tarim, Yaman.
Kota berjulukan Tarim al-Ghanna yang luasnya 2.894 kilometer persegi itu memiliki 360 masjid. Berdasarkan kisah Halimah Alaydrus, banyaknya jumlah masjid dikarenakan penduduk laki-lakinya memang salat berjemaah di masjid, dan selalu senang datang di awal waktu.
Buku setebal 154 halaman ini, isinya tak hanya pengalaman menimba ilmu di sana, atau tentang ziarah ke makam wali atau kisah tentang beberapa masjid. Lebih sekadar itu. Kehidupan di Tarim itu sendiri merupakan daya tarik utama buku ini.
Utamanya tentang bagaimana penduduknya mengedepankan kejujuran. Salah satunya pada bagian kisah Halimah saat meminta tolong seorang anak kecil untuk membelikan makanan di sebuah toko, karena di sana yang berdagang maupun pembeli biasanya hanya para lelaki.
Walaupun ada kendala bahasa, tapi anak kecil itu membantu dengan ikhlas. Tak mau diberi apapun sebagai imbalan untuk membantu. Anak itu bilang bahwa dengan membantu seorang perempuan, dia berkeyakinan dan berdoa suatu saat ibu maupun saudara perempuannya akan dibantu oleh siapapun saat memerlukan bantuan.
Kota penuh kebaikan, dalam buku itu diceritakan dengan ringkas, padat dan menimbulkan keinginan untuk datang ke sana.
Sajida yang lahir di Banjarmasin pada 11 Oktober 2004, senang membaca karena sejak kecil memiliki rasa penasaran yang tinggi, sehingga saat sudah mulai bisa membaca, ia pun menyenangi buku.
Alumnus Pondok Pesantren Darussalam, PKBM Harapan Baru yang pernah meraih gelar Putri Cilik Pesantren 2017 ini, dari kecil suka buku cerita rakyat, juga suka membaca beberapa genre novel novel antara lain karua Raditya Dika, Habiburrahman El Shirazhy, Tere Liye, Clara Ng, Asma Nadia dan masih banyak lagi.
Baginya membaca itu menambah wawasan, menambah kosakata, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan berpikir, menganalisis suatu masalah, problem solving, hingga banyak menemukan hal-hal baru.
Sajida yang kini berprofesi guru, menyempatkan membaca saat waktu luang antara lain di jam istirahat kerja atau di hari libur.
Dalam sehari membaca 30 menit sampai 1 jam per hari, tapi kadang kalau terlalu asyik membaca bisa sampai berjam-jam.
Sajida yang pernah meraih Juara Harapan 2 Lomba Puisi Religi se-Kalimantan Selatan 2019 dan Juara 1 Lomba Tartil Al-Qur'an se-kabupaten Banjar 2019, menyatakan, tidak ada waktu pasti untuk membeli buku. Gajian ataupun tidak, bila ada buku yang bagus dan uang yang cukup, maka ia belanja buku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Sajida-Thoriya.jpg)