Book Lover

Buku adalah Investasi Terbaik

Sejak SMP kelas 7, Hafizh Akbar Maulana mulai tertarik pada komik anime Detektif Conan yang mengisahkan cerita misteri dengan sentuhan psikologi.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Hafizh Akbar Maulana, pencinta buku 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak SMP kelas 7,  Hafizh Akbar Maulana mulai tertarik pada komik anime Detektif Conan yang mengisahkan cerita misteri dengan sentuhan psikologi.

Ketertarikan ini memicu minatnya terhadap buku bertema psikologi kepribadian, berawal dari pertanyaan. “Mengapa manusia memiliki beragam karakter dan kepribadian?” 

"Rasa penasaran ini mendorong saya untuk mulai membaca dan membeli buku bertema psikologi kepribadian, dimulai dengan Personality Plus karya Florence Littauer," ujar pemuda kelahiran Amuntai, 20 Agustus 2004 ini.

Buku tersebut memperkenalkan konsep empat tipe kepribadian; sanguinis, koleris, plhegmatis dan melankolis, yang disajikan dengan bahasa yang menarik dan memicu rasa ingin tahu lebih dalam. 

Buku ini memberikan pemahaman mendalam tentang teori psikologi kepribadian, termasuk tipologi Yunani yang dikembangkan oleh Hippocrates dan Galenus. "Buku ini memperluas wawasan saya tentang kepribadian manusia. Ketertarikan ini memperluas minat membaca saya, yang kemudian diikuti dengan membeli buku-buku lain seperti Your Personality Tree dan karya-karya Sigmund Freud,” ujarnya. 

Berbagai bacaan tersebut, tambahnya, semakin memotivasi saya untuk melanjutkan studi di jurusan psikologi, dengan cita-cita menjadi psikolog klinis. 

Diungkapkan mahasiswa semester lima Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang ini, selain suka membaca jurnal penelitian psikologi, ia juga suka buku-buku self improvement yang fokus pada psikologi remaja dan dewasa, serta novel dengan genre misteri.

Koleksi yang dimiliki Hafizh yaitu buku psikologi berbagai topik antara lain Psikologi Kepribadian oleh Alwisol, yang membahas perkembangan teori kepribadian dari masa ke masa, serta karya-karya Sigmund Freud, Carl Gustav Jung dan Erich Fromm untuk memperdalam teori khusus tentang kepribadian manusia.

Buku Psikologi bertema Psikopatologi yaitu DSM-V, Psikologi Klinis, dan Skizofrenia, yang berfokus pada diagnosis khusus penyakit kesehatan mental. Buku Self Improvement oleh Dale Carnegie, Sun Tzu, Carol Dweck, dan lainnya, yang membahas pengembangan diri dalam aspek kepemimpinan, komunikasi, dan keterampilan era 4.0.

Novel karya Miwako Sumida dan Sherlock Holmes, yang memberikan hiburan melalui drama dan cerita menarik. "Koleksi ini mendukung pemahaman dan pengembangan diri saya dalam berbagai aspek psikologi dan kehidupan pribadi," kata Hafizh yang meraih Top 10 Branding Indonesia Emas 2045 Duta Inspirasi Indonesia oleh Kemenpora RI.

Hafizh yang juga peraih Top 5 Putra Kampus Universitas Muhammadiyah Malang 2023/2024, merasakan bahwa dengan membaca buku, ia mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang berbagai isu. "Ini memberi saya perspektif baru, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri karena pengetahuan yang saya peroleh berasal dari literatur yang kredibel," katanya.

Kemudian peningkatan kedisiplinan. Untuk membentuk karakter yang kuat, ia perlu memiliki agenda produktif, salah satunya adalah membaca buku setiap hari. 

Dengan menjalankan kebiasaan ini, maka menumbuhkan sikap disiplin yang sangat bermanfaat bagi masa depan.

Manfaat lain, kemudahan dalam memecahkan masalah. Riwayat literatur yang luas membantunya menyelesaikan permasalahan dengan lebih mudah. Ini juga terkait dengan jenis buku yang ia baca yaitu penelitian psikologi terkini, self-improvement, dan misteri sehingga ia dapat menerapkan ide-ide baru yang relevan dan tepat.

"Buku dan riwayat bacaan adalah investasi terbaik, karena saya percaya pendidikan adalah pilar utama dalam perkembangan suatu bangsa. Melalui membaca, saya merasa menjadi pribadi yang lebih baik dan siap memberikan dampak positif bagi Indonesia Emas 2045," tandasnya. 

Ada beberapa tips dari Hafizh agar betah membaca buku, yakni sesuaikan dengan minat dan genre. Pilih buku yang sesuai dengan minat dan genre kita. Misalnya, jika  menyukai misteri dan psikologi, fokuslah pada buku-buku bertema psikologi dan Self Improvement. Kesesuaian ini akan meningkatkan semangat dalam membaca. 

"Luangkan waktu setiap hari. Tentukan waktu khusus untuk membaca, misalnya satu halaman atau satu jam setiap hari," terang Hafizh.

Membiasakan diri membaca secara rutin akan membantu menciptakan kebiasaan, dan membuatmu lebih konsisten. Hindari membaca terlalu banyak informasi sekaligus yang bisa menyebabkan kebosanan atau kelelahan.

Nikmati buku dengan berkhayal. Posisikan diri seolah-olah kita adalah tokoh dalam buku tersebut. Ini akan membuat kita lebih mudah memahami isi buku dan membuat pengalaman membaca lebih menyenangkan, karena kuta seakan hidup di dalam cerita.
Cari tempat yang tenang. Pilih tempat yang membuat kira merasa tenang dan bebas dari gangguan. Jika kita suka musik, dapat menjadi opsi untuk membantu menjaga fokus dan mencegah kebosanan.

Miliki mindset investasi diri: Anggap membaca buku sebagai investasi terbaik untuk diri kita. Buku adalah bagian dari pendidikan dan pengembangan diri yang berharga. "Dengan memiliki mindset ini, koya akan lebih termotivasi untuk membaca dan menjadi pribadi yang lebih baik, serta lebih bermanfaat bagi orang lain," tandasnya. (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved