Serambi Ummah

Ustadz H Ilham Humaidi: Raih Rida Allah Bahagiakan Rasulullah

Ustadz H Ilham Humaidi merupakan dai muda di Kota Banjarmasin yang memiliki banyak jemaah.

|
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Mariana
Dok BPost
Ustadz H Ilham Humaidi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ustadz H Ilham Humaidi merupakan dai muda di Kota Banjarmasin yang memiliki banyak jemaah. Pria kelahiran Banjarmasin 24 Maret 1989 ini merupakan pengasuh di Majelis Taklim As-Shofa Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Majelis ini dimulai sejak 2 Januari tahun 2012. Berdirinya Majelis Taklim As-Shofa berawal dari masyarakat yang menginginkan adanya pengajian rutin dan menetap.

Pemberian nama As-Shofa ini diberikan oleh Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa di Tarim Hadramaut.

Nama As-Shofa sendiri mempunyai makna yang artinya bersih atau suci. Dengan makna tadi, maka diharapkan agar orang yang berhadir ke majelis tersebut dibersihkan dari dosa hati dan jiwanya oleh Allah SWT dan bersih dari berbagai macam kepentingan politik.

Apa yang menginspirasi Anda membuat majelis taklim?

Baca juga: Cara Didik Anak dalam Islam, Rasulullah SAW Terapkan Targhib dan Tarhib

Baca juga: Kasus Kejahatan di Bawah Umur, Hukuman Anak dan Orang Dewasa Harus Dibedakan

Agar kita mendapatkan rahmat Allah melalui pengenanalan kita terhadap-Nya sehingga hati menjadi bersih dan tidak ada tujuan selain hanya kepada-Nya. Kemudian kita dikumpulkan dengan Rasulullah di padang mahsyar kelak.

Teladan seperti apa yang diajarkan?

Teladan yang diajarkan ialah apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Apa motivasi Anda melakukan hal tersebut?

Meraih rida Allah dan membahagiakan hati Rasulullah SAW.

Apa hadis atau ayat yang menjadi inspirasi?

Ayat Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 104: Waltakum minkum ummatuy yad’una ilal-khairi wa ya’muruna bil-ma’rufi wa yanhauna ‘anil-munkar(i), wa ula’ika humul-mufliun(a).

Artinya: Dan hendaklah di antara kalian ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Rasulullah bersabda, yang artinya,”Rahmat Allah terlimpahlan kepada penggantiku.”

Sahabat bertanya, siapa penggantimu Ya Rasulullah?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved