Tribun Smart

Senjata Ampuh Melawan Ketidakadilan

Hafizhaturrahmah yang biasa dipanggil Hafizha in menyampaikan pesan penting tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memberdayakan perempuan.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Hafizhaturrahmah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari ini, masih nuansa rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) yang diperingati setiap 25 November hingga 10 Desember, Hafizhaturrahmah yang biasa dipanggil Hafizha menyampaikan pesan penting tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memberdayakan perempuan. 

Baginya, pendidikan bukan hanya alat untuk membuka peluang, tetapi juga senjata ampuh melawan ketidakadilan dan stereotip yang sering kali membelenggu perempuan.  

“Perempuan itu bukan sekadar pelengkap. Kita punya hak, tanggung jawab, dan kekuatan untuk membuat dunia ini lebih baik,” ungkap Hafizha, panggilan akrabnya, dengan penuh semangat.

Pernyataan ini mencerminkan perjalanan hidup Hafizha yang penuh tantangan. Sebagai siswa kelas 12 MAN 4 Banjar, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. 

Perjuangan Hafizha tak lepas dari peran besar keluarganya, terutama sang ayah dan Ibu, yang meski berprofesi sebagai guru dengan penghasilan terbatas, selalu menanamkan pentingnya pendidikan. 

Ia juga terinspirasi oleh situasi adik-adik yatim (keponakan dari pamannya yang baru saja meninggal) yang menjadi bagian dari tanggung jawab keluarga. “Melihat perjuangan ayah dan situasi keluarga membuat saya semakin termotivasi. Pendidikan adalah kunci untuk mengubah keadaan,” tuturnya.

Dalam kesehariannya, Hafizha aktif membangun perubahan. Sebagai pendiri dan CEO organisasi pendidikan @telagailmu.id, ia menciptakan platform inklusif yang membahas isu-isu penting seperti literasi, persiapan olimpiade, dan pengembangan diri. 

Melalui ruang diskusi daring dan lokakarya, Hafizha berharap dapat mengatasi kesenjangan pendidikan yang masih terasa, khususnya di Kalimantan.

“Saya ingin memastikan bahwa anak-anak dari daerah terpencil, seperti Kalimantan, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas. Ini bukan hanya tentang hak, tapi juga tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan dunia yang lebih baik,” ujarnya penuh tekad.

Hafizha percaya bahwa pendidikan tinggi bagi perempuan adalah fondasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif. 

Jika perempuan berpendidikan, maka ia akan jadi pilar perubahan sosial utama dalam peradaban.

“Pendidikan bukan hanya soal mendapatkan gelar. Ini tentang bagaimana kita menggunakan ilmu itu untuk menciptakan dampak. Perempuan yang terdidik dapat memutus rantai kemiskinan, mengubah pola pikir, dan menciptakan generasi yang lebih baik,” jelas Hafizha.

Dalam setiap kesempatan, ia terus mengampanyekan pentingnya pendidikan bagi perempuan, termasuk melalui partisipasinya dalam berbagai forum nasional dan internasional. 

Sebagai delegasi Seminar United Nations Indonesia dan Sekretaris Forum Anak Banjarmasin Selatan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Hafizha membuktikan bahwa suara perempuan muda dapat membawa perubahan nyata.

Saat ini, Hafizha tengah berada di tahap akhir seleksi Beasiswa Perintis dari Rumah Amal Salman, salah satu program bergengsi yang setiap tahunnya hanya meloloskan tiga kandidat dari Kalimantan Selatan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved