Program 3 Juta Rumah

Kalsel Perlu 200 Ribu Rumah, REI dan Apersi Sambut Program 3 Juta Rumah

Pemerintah pusat membangun tiga juta rumah per tahun menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
Dok BPost BPost
Satu Perumahan subsidi di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Program pemerintah pusat membangun tiga juta rumah per tahun menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal. Terlebih Satgas Perumahan bentukan Presiden Prabowo Subianto akan menyasar 75.000 desa di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel Ahyat Sarbini mengungkapkan properti memiliki efek domino yang signifikan terhadap perekonomian.

 “Properti memiliki multiplier effect, mulai dari sektor material, pengangkutan, hingga interior rumah. Dengan adanya program tiga juta rumah, kami sangat mendukung karena berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Ahyat, Minggu (8/12).

Menurut data DPD REI Kalsel, kebutuhan rumah di Kalsel sekitar 200 ribu unit. Program ini diharapkan mampu mengurangi backlog tersebut secara bertahap.

Ahyat pun menyinggung program rumah bersubsidi. “Kuota rumah bersubsidi beberapa bulan lalu habis. Kami harap ada kebijakan yang meringankan, seperti peningkatan batas penghasilan hingga Rp 12 juta untuk mempermudah masyarakat mendapatkan rumah,” jelasnya.

Pengembang perumahan dari Mahatama Group, Royzani Sjachril, juga menyoroti kendala kuota rumah bersubsidi di Kalsel. “Kuota rumah bersubsidi pemerintah untuk tahun ini habis sejak beberapa bulan lalu. Ini menghambat penjualan rumah meskipun pasarnya ada,” ungkap anggota DPD REI Kalsel ini.

Ia berharap kuota baru dapat turun lebih awal pada 2025. “Kalau bisa kuota sudah ada di Januari agar tidak menghambat perekonomian. Banyak industri terkait, seperti semen dan kayu, ikut terdampak jika kuota terlambat,” katanya.

Program tiga juta rumah juga disambut baik Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalsel. Sekretaris DPD Apersi Kalsel HM Fikri memastikan organisasinya akan ikut berpartisipasi.

"Karena merupakan asosiasi pengembang terbesar kedua di Indonesia dalam penyaluran program rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, Apersi sangat mendukung program tiga juta rumah," kata Fikri.

Dia pun menyampaikan total rumah yang dibangun 198 anggota Apersi Kalsel sampai Desember 2024 sebanyak 3.721 unit. Rumah tersebar di 13 kabupaten kota.

Adapun untuk lahan yang siap dibangun saat ini sebanyak 2.465 kaveling.  "Untuk target Apersi di 2025 sebanyak sepuluh ribu unit, " jelasnya.

Sementara ini Kalsel berada di urutan tujuh penyaluran rumah bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Potensi pasar di Kalsel cukup besar. Kami berharap kuota rumah bersubsidi untuk 2025 ditambah, karena sejak Juli 2024 kuota habis. Sudah tidak bisa realisasi akad kredit lagi. Harapannya kuota 2025 bisa menjadi 250 ribu unit. Tidak seperti 2024 hanya 200 ribu unit. Saat ini harga rumah bersubsidi di Kalsel Rp 182 juta. Kami berharap harga rumah bersibsudi untuk 2025 bisa naik, mengingat harga material dan tanah setiap tahun mengalami kenaikan, " urainya.

Nisa, warga Kebun Bunga, Banjarmasin, menyampaikan harapannya terhadap program perumahan pemerintah. Hal ini karena ia tengah mencari rumah dengan skema kredit yang ringan untuk keluarga kecilnya.

“Kami mencari rumah dengan cicilan ringan. Tapi syarat kredit sering kali sulit dipenuhi, terutama bagi pekerja informal seperti suami saya,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved