Berita HSS
Pernah Tertangkap Askar, Warga HSS Ini Ingin Lagi Kerja di Saudi
Meski punya pengalaman pahit menjadi pekerja migran, Jamilah warga HSS ini ingin kembali bekerja ke Arab Saudi
Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Setahun sudah Jamilah (46), warga Desa Tibung Raya, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pulang bekerja dari Arab Saudi.
Mantan pekerja migran ilegal ini kini merawat lansia stroke dengan upah Rp 2 juta per bulan.
“Kerja merawat lansia sejak September lalu. Alhamdulillah, ada penghasilan walaupun tak mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya saat ditemui, Senin (16/12/2024).
Setelah suami meninggal dunia, Jamilah harus merawat sendiri putri tunggalnya, Nazwa, yang duduk di kelas 3 Mts. Sebelumnya, dia mencoba membuka usaha warung kopi, namun sepi pembeli.
Dengan kondisi tersebut, Jamilah masih punya keinginan untuk kembali bekerja di Arab Saudi, meski punya pengalaman pahit selama menjadi pekerja migran ilegal.
“Inginnya masuk lewat perusahaan penyalur tenaga kerja resmi biar tidak bermasalah seperti kemarin,” kata lulusan SLTA tersebut.
Pada 2020, bermodal pinjaman di salah satu bank, Jamilah menerima tawaran bekerja di Arab Saudi dengan visa umrah.
Setelah berumrah mulailah dia bekerja pada sebuah keluarga di Makkah dengan gaji 1.200 riyal per bulan.
Namun 10 hari bekerja sebagai asiten rumah tangga, Jamilah memutuskan kabur karena tak tahan bekerja hampir 24 jam. Tidurnya sebentar. Selain itu tidak ada nasi di tempatnya bekerja.
Setelah kabur Jamilah tinggal di rumah kontrakan dan mendapat pekerjaan di sebuah keluarga di Tabuk. Total gajinya per bulan 3.000 riyal atau sekitar Rp 8 juta.
Sebagian untuk bayar kontrakan sebagian untuk biaya hidup dan sebgaian dikirim ke kampung.
Hampir tiga tahun jadi pekerja illegal, dia tertangkap askar (polisi Arab Saudi) dan dipulangkan. Dia bahkan tidak boleh pulang ke kontrakan untuk mengambil barang bahkan uang hasil kerjanya.
Atas bantuan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan, Jamilah akhirnya bisa kembali ke kampUng halamannya pada Desember 2023.
Pengalaman Jamilah ini patut dipertimbangkan warga Kalsel yang ingin menjadi pekerja migran.
Berkaitan Hari Pekerja Migran Internasional, Rabu (18/12), BPost pun mengonfirmasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tanahlaut yang dikepalai Masturi.
| Satu Keresahan Warga HSS Kalsel Pasca Maraknya Penyetruman Ikan di Sungai, Sampai Sentuh Karamba |
|
|---|
| Kolaborasi Muscab DPC PKB HSS dan Tapin, Bakal Calon Ketua akan Ikuti Tes dari Akademisi ULM |
|
|---|
| Warga Resah Adanya Dugaan Aksi Penyetruman Ikan di Daha Utara HSS, Tim Gabungan Turun Berpatroli |
|
|---|
| Belum Ada Putusan WFH Bagi ASN Setiap Jumat di HSS, Masih Menunggu Arahan Pimpinan |
|
|---|
| Setubuhi Gadis SD, Ayah Sambung dan Kakek 67 Tahun di HSS Divonis 10 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Jamilah-warga-Desa-Tibung-Raya-Kandangan-Hulu-Sungai-Selatan.jpg)