Berita HSS

Pernah Tertangkap Askar, Warga HSS Ini Ingin Lagi Kerja di Saudi

Meski punya pengalaman pahit menjadi pekerja migran, Jamilah warga HSS ini ingin kembali bekerja ke Arab Saudi

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Jamilah warga Desa Tibung Raya, Kandangan Hulu Sungai Selatan saat ditemui di rumahya Senin (16/12/2024). 

 Pengantar Kerja Rizki Muthahara menerangkan ada beberapa warga Tala yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di beberapa negara.

Disnakerind Tala terus melakukan pembinaan terhadap calon pekerja migran. Pembinaan berjenjang melalui pemerintah desa.

Kepala desa (kades) berperan memastikan warganya yang akan bekerja di luar negeri memiliki pengetahuan, keterampilan, serta perlindungan yang memadai.

Rizki menuturkan pada 2024 dilakukan dua kali Sosialisasi Sinergitas dan Optimalisasi Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

 “Sosialisasinya yakni di Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Batu Ampar,” sebut Rizki, Rabu.

Pada awal November 2024, Disnakerind Tala mendapatkan laporan BP3MI Kalsel terkait persoalan pemulangan PMI dari Desa Sambangan, Kecamatan Batibati.

PMI tersebut telah bekerja di Arab Saudi selama dua tahun. Dipulangkan oleh perusahaannya karena gangguan kesehatan.

Bersama BP3MI Kalsel, Disnakerind Tala memfasilitasi pemulangan PMI tersebut. “Saat itu juga dilakukan serah terima dengan disaksikan oleh Sekretaris Desa Sambangan, Kepala Desa Pandahan serta pihak keluarga,” papar Rizki.

Mengenai jumlah PMI dari Tala berdasarkan data penempatan Tahun 2024 ada 16 orang.

 Rizki mengatakan sektor formal masih mendominasi dengan jumlah sembilan orang. Mereka tersebar di beberapa negara seperti Jepang, Turki, dan Arab Saudi.

Sedangkan pada sektor informal, lanjutnya, sebanyak tujuh orang yang tersebar di tiga negara yaitu Taiwan, Hongkong, dan Malaysia. (han/roy)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved