Berita Batola

Kesehatan Sapi Kurban Diawasi Ketat, Rumah Sapi Sapaja Batola Libatkan Dinas Peternakan

Kesehatan sapi kurban di Rumah Sapi Sapaja Batola jadi perhatian utama. Untuk pengawasan, melibatkan Dinas Peternakan

Penulis: Saiful Rahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Saiful Rahman
SEHAT- Hewan ternak di Rumah Sapi Sapaja Batola tampak ceria, jinak tidak stres, dan sehat. Kesehatan sapi kurban di peternakan ini diawasi ketat dengan melibatkan Dinas Peternakan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA- Persiapan Iduladha di Rumah Sapi Sapaja milik H. Jailani dan Hj. Faridah di Barito Kuala (Batola) tidak hanya berkutat pada penggemukan dan ketersediaan stok sapi, melainkan juga pada aspek kesehatan yang menjadi syarat utama keamanan pangan, Sabtu pagi (15/4/2026)

Setiap hewan kurban dipastikan dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit menular, serta memenuhi standar yang ditetapkan dinas terkait.

Langkah ini penting mengingat ancaman penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) maupun LSD (Lumpy Skin Disease) pernah menimbulkan kekhawatiran di berbagai daerah. 

Untuk itu, pengawasan kesehatan dilakukan secara ketat agar masyarakat tidak hanya mendapatkan sapi yang gemuk, tetapi juga aman dikonsumsi.  

Baca juga: Bagaimana Hukumnya Bayar Kurban Idul Adha dari Utang, Buya Yahya Berikan Penjelasan

H. Jailani menegaskan pengawasan kesehatan dilakukan secara rutin dengan melibatkan pihak berwenang. 

“Kami selalu bekerja sama dengan Dinas Peternakan, Perkebunan, jadi dokternya sudah jadwal rutin, mengunjungi rumah sapi kita, memantau kesehatan, kebersihannya. Kami berusaha membuat sapi-sapi sehat dan nyaman di sini,” terangnya.  

Seluruh sapi yang ada di kandang dikatakan telah melalui proses vaksinasi dan sertifikasi kesehatan.

Terlihat dari bentuk fisik sapi yang terlihat berisi dan tenang, tak satupun dari 128 ekor sapi di kandang yang terlihat stres. 

Hj Faridah memastikan hal itu menjadi komitmen utama. 

“Semua sapi kami tanpa terkecuali sudah vaksinasi, bahkan telah bersertifikat kesehatan,” ujar Hj Faridah

Edukasi kepada pembeli juga diberikan agar mereka memahami ciri-ciri sapi yang sehat dan layak kurban.

Penjelasan mengenai kondisi fisik, gerakan, hingga ekspresi hewan menjadi bagian dari edukasi yang diberikan langsung di kandang. 

“Sapi yang sehat itu ya yang terlihat ceria, matanya bening, gerakannya gesit, kelihatan lah, tidak loyo selain fisiknya yang sempurna," tambah Hj. Faridah

Pola makan dan kebersihan kandang pun dijalankan dengan disiplin untuk menjaga bobot maksimal sekaligus kesehatan sapi.

Pakan hijau tetap menjadi menu utama, ditambah singkong sebagai variasi nutrisi. Kebersihan kandang dijaga dengan rutin agar lingkungan tetap higienis. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved