Mom and Kids

Kuasai Banyak Tarian Kalimantan

Bakat orangtua menurun kepada anak. Demikian antara Nur Rizky Almeera Azwar dan ibunya yang menurunkan bakat menari kepada sang buah hatinya tersebut.

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Nur Rizky Almeera Azwar dengan penghargaan yang didapatkan 

Bakat orangtua menurun kepada anak. Demikian antara Nur Rizky Almeera Azwar dan ibunya yang menurunkan bakat menari kepada sang buah hatinya tersebut.

Ya, putri bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan Azwar Noviandy dan Yuliana Azwar, warga Banjarbaru ini memang punya bakat besar dalam menari.

"Dulu, saya juga penari, semoga Almeera menjadi putri tari nantinya," harap Yuliana.

Saat ini, lanjut Yuliana, putrinya masih proses belajar tari, dan memang dipersiapkan sedini mungkin agar bisa berprestasi dan tampil ke nasional dan internasional.

Tidak tanggung-tanggung, modal Almeera dalam kemampuan menari sudah lumayan banyak khususnya tari tradisional Kalimantan.

Tari Kalsel yang dikuasai Baksa Kembang, Galuh Periang, Tangguk. Tari Kalteng yang dikuasai Mandau Talawang, Tari Kaltim yang dikuasai Tari Gong, Tari Kalbar yang dikuasai
Tari Tanggui.

"Almeera belajar menari sejak usia empat tahun saat masih sekolah TK A," terang Yuliana.

Awalnya diajarkan tari oleh guru di sekolah TK lantas belajar lagi di rumah sambil buka YouTube.

"Bagi kami, dengan ia belajar tari tradisional maka ia dapat belajar pula budaya daerah dan mencintai serta melestarikannya," kata Yuliana.

Almeera yang kelahiran Banjarmasin 21 Maret 2018, juga belajar berkompetisi dengan mengikuti sejumlah even tari, hasilnya beberapa kali pula ia meraih gelar juara tari solo.

Almeera yang kini bersekolah di Qardhan Hasana Banjarbaru, selain menari juga menyukai modeling sehingga jadwal hariannya lumayan padat. 

Sepulang sekolah, Senin, Selasa dan Rabu ia latihan modeling, kemudian Kamis dan Jumat latihan menari, sedangkan Sabtu dan Minggu menerima undangan menari di berbagai acara.

"Semoga saja seiring waktu, pengalamannya semakin banyak dan cita-cita menjadikannya penari tradisional profesional hingga internasional bisa terwujud," tandas Yuliana. 

Sebab kerap diundang menari, mau tak mau Yuliana harus menyediakan kostum sendiri untuk Almeera.

"Kostum yang disesuaikan dengan jenis tariannya, berkordinasi dengan pelatihnya," kata Yuliana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved