Berita Banjarbaru

Alarm EWS Menyala, Warga Kalsel Diminta Lebih Siaga Hadapi Potensi Banjir

Ini kata BPBD Kalsel mengenai Alarn banjir yang berbunyi di tiga wilayah Kabupaten di Kalimantan Selatan, warga diminta waspada

Foto Dok M Syaiful Riki
Ilustrasi - Kondisi banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan pada awal 2021 silam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Bukan sekadar peringatan, Alarm banjir yang menyala di tiga wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi sinyal penting bagi masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Sistem peringatan dini (Early Warning System atau EWS) milik BPBD Kalsel mendeteksi kenaikan permukaan air sungai setelah hujan lebat pada Selasa (24/12/2024).

Kepala Sub Bidang Pencegahan BPBD Kalsel, Ariansyah, menjelaskan bahwa tiga alat EWS di lokasi berbeda menunjukkan status waspada.

Kenaikan air terpantau di Pos Padang Luar, Hulu Sungai Tabalong (HSU); Pos Mentewe, Tanah Bumbu; dan Pos Bendung Pitap, Balangan.

“Status waspada bukan berarti banjir pasti terjadi. Ini adalah peringatan dini agar masyarakat bisa bersiap,” ujar Ariansyah, Kamis (26/12/2024).

Baca juga: Jalur Utama Penghubung HSU-Tabalong di Sungaiturak Ditutup, Berikut Jalur Alternatifnya

Baca juga: Ganasnya Buaya Sebamban Tanahbumbu, Terkam Kaki Pemancing Desa Banjarsari Hingga Patah

Namun, bukan hanya soal kenaikan air. Alarm ini menjadi momentum untuk mengevaluasi langkah antisipasi.

BPBD Kalsel juga memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah hingga akhir Desember.

BPBD terus memperbarui data di lapangan, sementara warga diminta memanfaatkan informasi peringatan dini untuk menyusun rencana mitigasi.  

"Dengan memahami status waspada ini, masyarakat bisa mengambil langkah antisipasi seperti mengamankan barang penting atau menyiapkan tempat evakuasi sementara," tambah Ariansyah.

Kesiapan ini menjadi kunci, mengingat hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga akhir tahun.

“Kami harap masyarakat tidak hanya melihat alarm sebagai sinyal bahaya, tetapi juga peluang untuk lebih siap,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved