Book Lover
Duta Baca yang Suka Berbagi Buku Gratis
Pemuda asal Marabahan ini adalah Juara 1 Pemilihan Duta Baca Kabupaten Barito Kuala 2023. Prestasi ini makin membuatnya cinta terhadap buku.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Pemuda asal Marabahan ini adalah Juara 1 Pemilihan Duta Baca Kabupaten Barito Kuala 2023. Prestasi ini makin membuatnya cinta terhadap buku dan menyebarkan kecintaan itu pada orang lain.
"Ada banyak alasan untuk ini, salah satunya karena saya ingin mengajak orang lain merasakan nikmatnya membaca buku. Saya ingin mengubah pemahaman orang yang mengatakan membaca buku itu membosankan dan tidak penting. Karena kenyataannya, membaca buku itu sangat mengasyikkan bahkan dapat mengubah hidup seseorang. Dengan menjadi Duta Baca, saya punya sarana untuk menjalankan misi tersebut," kata Muhammad Noor Fadillah
Sarjana S1 Manajemen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini sebagai Duta Baca Batola punya program bagi-bagi buku gratis di media sosial (@dutabaca.batola).
"Jadinya lebih banyak beli buku. Pernah sekali beli bisa sampai 20-30 buku. Karena kebetulan pada saat itu ada diskon besar. Karena menggunakan pendanaan pribadi yang terbatas, jadinya saya manfaatkan kesempatan itu untuk membeli banyak buku yang nantinya akan saya bagikan," jelasnya.
Ide program bagi buku gratis ini tercetus karena salah satu penyebab rendahnya minat baca masyarakat adalah akses buku yang terbatas.
Entah itu bukunya yang sulit didapat ataupun harga buku yang belum bisa dijangkau semua kalangan. "Karena itu, melalui bagi-bagi buku ini, saya berusaha mendekatkan buku kepada masyarakat, terutama generasi muda. Harapannya mereka punya kecintaan terhadap buku," kata pemuda kelahiran Martapura pada 1998 ini.
Fadillah juga punya dua buku yang spesial yang membuatnya jatuh cinta pada membaca sekaligus memberi pengaruh besar dalam hidup saya sampai sekarang.
"Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Kedua buku itu saya baca ketika SMA. Itulah awal mula saya benar-benar suka dengan membaca," ungkapnya.
Buku Negeri 5 Menara menunjukan apa arti sebenarnya dari man jadda wajadda (siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil). "Kalimat itulah yang membuat Alif, sang tokoh utama dalam cerita dan teman-temannya dapat meraih cita-cita mereka," katanya.
Adapun membaca buku Laskar Pelangi seperti menampar dirinya. Bagaimana tidak, anak-anak Laskar Pelangi yang dikelilingi keterbatasan, nyatanya tak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap rajin belajar ke sekolah, sekalipun harus menempuh jarak yang jauh dengan kondisi bangunan sekolah hampir roboh dan serba kekurangan.
"Sementara saya, dengan fasilitas sekolah yang jauh lebih baik, malah sering malas-malasan belajar. Terlebih saya membaca novel ini saat duduk di bangku sekolah sehingga terasa sangat relate," tukas Fadillah.
Secara umum, kedua buku tersebut memberinya motivasi yang besar dalam menjalani hidup, punya kecintaan terhadap belajar, dan membuat saya berani bermimpi.
Fadillah mengungkap sebenarnya suka membaca sejak SD. Tapi waktu itu membaca karena keperluan belajar di sekolah. Dan benar-benar jjatuh cinta saat SMA. "Saat ini saya suka buku sastra yaitu novel, cerpen, puisi, juga buku agama dan pengembangan diri," katanya. Dalam sehari tidak tentu waktunya. Terkadang durasi membacanya bisa cukup lama kalau buku yang ia baca tersebut menarik dan ia butuhkan saat itu. Namun ia selalu berusaha menyempatkan membaca minimal 15 menit setiap harinya.
"Saya tidak memiliki jadwal khusus dalam membeli buku. Karena tergantung dari kebutuhan saya. Artinya kalau saya merasa perlu untuk membeli, pada saat itulah saya membeli. Selain itu, kalau kebetulan bertemu buku yang menarik, nah biasanya saya beli juga," jelasnya.
Ia membeli buku secara offline maupun online. Biasanya datang ke toko buku, karena bisa melihat dan menyentuh langsung bukunya. Terkadang di toko buku ada buku yang sudah terbuka. Jadi bisa cek isinya dulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Muhammad-Noor-Fadillah.jpg)