Mom and Kids
Varisha yang Pandai Berkesenian Madihin
Kesenian madihin tak hanya didominasi lelaki, sebab kenyataannya adapula perempuan jadi pemadihin. Contohnya Varisha Shakila Azzahra.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Kesenian madihin tak hanya didominasi lelaki, sebab kenyataannya adapula perempuan jadi pemadihin. Contohnya Varisha Shakila Azzahra.
Bocah perempuan kelahiran Banjarbaru yang sekarang duduk di kelas 3 SD ini pandai berkesenian madihin dan lumayan sering diundang tampil.
Kemampuan berkesenian bertutur dalam bahasa Banjar yang diiringi tepukan tarbang itu hanya dipelajarinya selama dua bulan.
Jadi, saat itu anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Islamy Nada Firmansyah SPd dan Melina Lisniawati SPd warga Banjarmasin tersebut diawali persiapan audisi.
"Sebagai bekal penampilan di ajang pemilihan Nanang Galuh Banjar Cilik 2024, ia belajar madihin. Alhamdulillah lancar dan ia terpilih sebagai Wakil 1 Galuh Banjar Cilik 2024," ujar sang ibu.
Tentunya dengan kemampuan berkesenian tersebut Varisha menjadi paham seni budaya leluhurnya dan ini menjadi warisan yang ia lestarikan.
Namun karena masih bocah, Varisha belum bisa berimprovisasi menuturkan syair secara spontan layaknya seniman madihin, sebaliknulya harus dibuatkan teksnya dulu untuk dihapal.
"Dia punya ingatan bagus, mudah menghapal syair madihin," ujar Melina yang biasanya mengontrol hapalan sang putri.
Selain madihin, Varisha juga pandai berlenggak-lenggok di catwalk karena sejak usia tiga tahun dilatih modeling juga dance.
"Waktu itu sempat gabung di agensi, namun terkendala Covid-19 lantas vakum latihan dan gantinya saya ajarkan latihan dengan panduan tutorial YouTube," tukas Melina.
Varisha memang anaknya percaya diri sehingga saat fashion show tak pernah canggung.
Begitu pula urusan public speaking, Varisha sejak usia tiga tahun sudah lancar bicara, fasih tanpa cadel seperti kebanyakan anak kecil.
Kemampuan di atas rata-rata itu karena bimbingan sang ibu yang berprofesi guru bahasa dan sastra yang bahkan sejak dalam kandungan mengajak Varisha bicara.
"Ketika dia bayi, saya berkomunikasi dengannya dengan gaya bicara normal tanpa dicadelkan. Soalnya kadang, kan ada saja orangtua yang ajak anak bayinya bicara tapi dengan gaya cadel, misal makan disebut mamam," seloroh Melina.
Jadi menurut Melinda supaya anak bicaranya fasih maka ajak berkomunikasi dengan benar, perkenalkan bunyi huruf yang sesuai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Varisha-Shakila-Azzahra.jpg)