Book Lover

Sembunyikan Perasaan di Balik Senyum

Zahratunnisa memulai membaca sejak sekolah MTs yaitu membaca Manhwa atau yang biasa dikenal komik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Zahratunnisa 

Gadis ini punya moto; terus belajar dan berkembang karena setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Salah satu medianya belajar adalah rajin membaca. Dan Zahratunnisa memulai membaca sejak sekolah MTs yaitu membaca Manhwa atau yang biasa dikenal komik.

"Manhwa ini saya baca dari aplikasi HP. Dari Manhwa saya lanjut menjadi membaca novel," kata mahasiswi Pendidikan Agama Islam, STIT Syekh Muhaammad Nafis Tabalong ini.

Zahratunnisa biasanya membaca buku saat waktu senggang atau sebelum tidur. Selain itu ia juga membawa satu buku di dalam tas saat pergi kuliah.

"Tidak ada waktu pasti untuk saya membaca buku, namun saya konsisten dalam satu hari minimal tiga lembar yang harus saya baca," tukas gadis kelahiran Tabalong 8 April 2002 ini.

Bahan bacaan tergantung apa yang lagi ia butuhkan. Seperti sekarang, ia lagi membutuhkan bahan bacaan sejarah karena saat di perkuliahan mata kuliah sejarah membuatnya tertarik.

"Hal ini membuat saya membeli buku yang berjudul Sejarah Nusantara. Namun, jika membicarakan mengenai bahan bacaan yang disukai, saya suka bahan bacaan fiksi, contohnya novel yang baru selesai saya baca Eccedentesiast karya ItaKrn," katanya.

Baginya, membaca membantunya fokus dan konsisten dalam membaca. Menambah kosakata dan pengetahuan. 

"Contohnya dari novel Eccedentesiast, karena rasa ingin tahu saya tentang arti dari judul novel tersebut saya jadi tahu bahwa Eccedentesiast, memiliki arti seseorang yang menyembunyikan perasaan sebenarnya di balik senyum," jelas warga Tabalong ini.

Dengan banyak membaca dan memiliki wawasan pengetahuan, tak heran ia pun mampu aktif di organisasi kampus sebagai anggota senat mahasiswa Bidang Komisi I Pemerintahan.

Adapun buku yang sangat berkesan baginya adalah buku Bangga menjadi Guru. Buku ini ia dapatkan dari kegiatan Literasi Jambore. 

"Buku ini berisi kumpulan cerita menginspirasi untuk saya, mengingat saya juga mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam yang mengarah menjadi seorang guru," ungkapnya alumnus Pelatihan Kepemimpinan Kepemudaan, Banjarmasin ini.

Dalam hal membeli buku, tidak ada waktu pasti untuk membeli buku. Biasanya membeli buku jika memang ada buku yang ia suka dan ingin dibeli.
 
"Saya lebih senang membeli secara offline, tentunya saya perlu mengetahui lebih lanjut tentang sinopsisnya. Saya juga suka belanja lewat online, namun saya harus hati-hati dalam membeli bukunya, mengingat marak sekali buku online yang bajakan atau ilegal," alasannya.


Saat ini koleksi bukunya antara lain Sejarah Nusantara, Bangga Menjadi Guru, Kisah Abadi Tentang Para Dewa dan Pahlawan (Mythology). (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved