Berita Nasional

Kawanan Anjing Liar Teror Ternak Warga Cimerak Pangandaran, Puluhan Domba Diserang

Kawanan anjing liar menyerang domba milik warga di Cimerak Pangandaran, Jawa Barat, puluhan domba jadi korban serangan

Editor: Irfani Rahman
National Geographic
ILUSTRASI ANJING LIAR - Seekor anjing liar berkeliaran dengan warna bulu biru cerah. sejumlah domba di Cimerak di serang 

BANJARMASINPOST.CO.ID  - Saat ini para warga di Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pasalnya sekarang terjadi teror anjing liar.

Dimana kawanan anjing liar ini menyerang domba milik warga Cimerak.

Bahkan akibat serangan teror anjing liar ini dikabarkan puluhan domba warga telah diserang anjing liar.

Untuk mencegah serangan warga pun melakukan persiapan menghalau anjing liar tersebut  jika datang menyerang.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Deni Rakhmat, mengatakan, ada sebanyak 19 ekor domba di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak dimangsa anjing liar dengan waktu yang berbeda-beda.

Baca juga: Geger Janda Muda Ditemukan Tewas di Purwakarta, Tergeletak di Tanah di Kebun Belakang Pasar Anyar

Baca juga: Polda Kalsel Gelar Razia Lagi Selama 14 Hari, Ini Sasaran Operasi Keselamatan Intan 2025

 "Itu Saya menerima laporan sejak tanggal 3 Februari 2025 kemarin," ujar Deni dihubungi wartawan melalui WhatsApp, Minggu (9/2/2025) siang.

Atas kejadian itu, pihak Dinas pun mengaku sudah melakukan pemantauan ke lapangan dan berkoordinasi dengan desa setempat terkait teror anjing liar.

"Hasil investigasi atas laporan kejadian penyerangan ternak domba, itu diduga dilakukan malam oleh sekelompok anjing liar," katanya.

Kini, upaya warga melakukan pengintaian dan melakukan tembakan menggunakan senapan angin pada kelompok anjing tersebut.

Waktu itu, ada yang sempat terkena, namun ternyata yang tertembak adalah anjing milik warga setempat.

Sehingga, kepala dusun setempat mengimbau warga pemilik anjing untuk mengikat peliharaannya agar tidak berbaur dengan anjing liar yang diduga menjadi teror pemangsa domba.

Menurutnya, memang secara umum kandang domba di wilayah tersebut masih terbuka dan banyak celah untuk predator memangsanya.

"Makanya, disarankan agar peternak dibuatkan pagar yang rapat," ucap Deni.

Selain itu, lokasi kandang domba nya pun cukup jauh dari pemukiman. Sehingga, keamanannya kurang terjamin.

"Untuk itu, disarankan kandang tidak terlalu jauh dari pemukiman. Lokasi kandang juga jangan gelap gulita, harus diberi penerangan di dalam dan di luar kandang," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved