Mom and Kids

Kenalkan Pendidikan Agama Sejak Dini

Baru kelas dua sekolah dasar tapi urusan ceramah sudah luar biasa, bahkan ia sudah mendapat kesempatan mengisi acara Ramadan di televisi swasta.

|
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Muhammad Reynand Nabhan bersama ibu dan adiknya 

Baru kelas dua sekolah dasar (SD) tapi urusan ceramah sudah luar biasa, bahkan ia sudah mendapat kesempatan mengisi acara Ramadan di televisi swasta lokal Banjarmasin.

Muhammad Reynand Nabhan yang lahir di Banjarmasin pada 26 Februari, adalah siswa kelas 2 MDIM Kindaung, Banjarnasin Utara.

Prestasinya Juara 1 Dai Cilik Pegadaian, Juara 3 Ceramah Agama Festival Anak Sholeh tingkat kecamatan, Juara 3 Dai Cilik Uniska Muslim Fest, Wakil 5 Nanang Galuh Cilik 2024, Juara 1 Syarhil Qur'an MTQ Santri 2024 dan Juara 3 Dai Cilik Kajol Management.

Anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Husaini dan Mira Hasanah, warga Kompleks DPR Banjarmasin ini memang sejak kecil dikenalkan dengan pendidikan agama Islam.

"Walau pembelajaran agama sifatnya mengalir saja di rumah, namun itu menjadikan kebiasaan dia untuk ingat dengan waktu ibadah dan bagaimana bertatakrama sesuai ajaran Islam," ungkap Mira.

Diakui Mira, sekarang kehidupan banyak tantangan, kalau anak tidak dididik benar-benar tentang agama maka bisa salah pergaulan.

"Kalau lingkungan keluarganya yang bagus, maka insya Allah keluar rumah bisa membawa diri," kata Mira.

Dalam hal pembinaan agama di luar rumah, Reynand mengikuti kelas tilawah di hari Minggu dan mengikuti kegiatan kumpulan Dai Cilik setiap Sabtu.

"Gaya ceramahnya beralur, slow saja. Dan ketika tampil di depan publik ia lupa dengan konsepnya, maka ia bisa berimprovisasi diri," kata Mira.

Reynand memang sejak kecil dibiasakan murojaah, sehingga otaknya cepat merekam dan ini selaras dengan belajar di sekolah yang dalam mengikuti pelajaran cepat menangkap termasuk pelajaran eksakta.

"Jadi dulu, itu saat TK ia dikasih teks hapalan, ternyata mampu menarasikan di luar kepala karena dilihat ada potensi, makanya dia kami arahkan ke retorika melalui ceramah agama," terang Mira

Waktu pertama masuk sekolah ternyata Covid-19 melanda dan proses pembelajar melalui daring, lantas Reynand disalurkan bakat retorikanya dengan tontonan Islami di internet untuk mengisi otaknya.

Saat ini di usia dini Reynand semakin taat beragama, saat diajarkan harus disiplin shalat denhan mengisi buku jurnal harian, dengan jujur ia isi dan orangtuanya memberi reward untuk menghargai nilai perjuangannya belajar agama.

"Sebagai anak dia juga hobi main games dan kami mempersilakan saja, namun ada batasan pastinya. Jika smartphone berbunyi alarm maka HP mati dan tidak bisa diakses," tandas Mira.

Meski masih bocah namun Reynand sudah punya misi masa depan untuk dirinya, yaitu punya cita-cita ingin meneruskan sekolah ke Arab Saudi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved