Book Lover
Fiksi Tapi Membawa Realita
Gadis asal Desa Hakim Makmur, Kecamatan Sungai Pinang, Tapin ini sejak kecil disuguhi aneka bacaan cerita rakyat bergambar dari seluruh nusantara.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Hidup di desa yang mengalami keterbatasan suplai listrik, menjadikannya tak punya hiburan berbasis elektronik macam televisi. Sebagai gantinya, ayah dan ibunya mengajak ke perpustakaan sekolah.
Gadis asal Desa Hakim Makmur, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Tapin tersebut disuguhi aneka bacaan cerita rakyat bergambar dari seluruh nusantara.
Menurut Tria Mellinia Satya Pratiwi, ayahnya seorang guru. Sebab itulah Tria kecil dikenalkan dunia baca agar senang belajar.
"Sejak momen itu, membaca menjadi bagian dari hidup saya yang sulit terpisahkan," ungkap gadis kelahiran Banjarmasin, 14 Januari 2000 ini.
Genre bacaan yang sering ia konsumsi kebanyakan fiksi, mulai dari kumpulan cerita pendek, fiksi buatan penggemar, novel maupun puisi.
"Membaca menjadi pelepas penat saya setelah menyelesaikan semua kewajiban harian sebagai seorang mahasiswa dan tutor bahasa Inggris. Sebelum tidur biasanya pengantar saya adalah dengan membaca terlebih dahulu," katanya.
Mahasiswi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bahasa Inggris, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini saat weekdays menghabiskan 1-2 jam saja untuk membaca.
"Lain ceritanya apabila weekend, saya bisa bergelut lebih lama di dunia fantasi dari genre fiksi yang saya baca," tukasnya.
Dari membaca ia merasa diajarkan bagaimana memanusiakan manusia. Dulu ia sering minder karena bacaan utama dari dunia fiksi, namun sekarang sudah berdamai dengan diri dan merasakan sendiri manfaat dari membaca fiksi.
Ia belajar memandang dunia dari lensa multiwarna dan multirasa, belajar memahami manusia dan perbuatannya dari berbagai sudut pandang dan norma. "Dari membaca saya belajar mengasah kemampuan interpersonal dan intrapersonal diri," jelasnya.
Tria tidak punya jadwal khusus membeli buku, namun seringnya self-reward untuk diri sendiri setelah menyelesaikan suatu goal dalam hidup adalah dengan membeli buku yang ada dalam wishlist pribadinya.
Kebanyakan ia beli offline karena ada nuansa tersendiri untuk mengunjungi toko buku, berkenalan dengan buku-buku baru di etalase dan akhirnya memutuskan menjemput buku yang berhasil menarik perhatiannya.
"Koleksi kebanggaan saya, dikumpulkan satu per satu dari berbagai tempat dan acara, dengan uang jajan sendiri pula, selang beberapa tahun lamanya, saya punya tetralogi Laskar Pelangi. Yang masih terus saya usahakan kelengkapannya ialah seri Harry Potter juga Hunger Games. Yang saya punya sekarang ialah versi terjemahannya dan yang sedang saya buru adalah versi aslinya dalam bahasa Inggris," paparnya.
Buku spesial dan berkesan adalah berjudul Laut Bercerita, ini buku yang mengingatkan kembali mengapa dulu suka melahap habis buku ayah saya berjudul Majapahit, Perang Bubat dan sebagainya.
Laut Bercerita yang menjadi bel pengingat bahwa historical fiction atau fiksi sejarah itu salah satu yang ia cinta.
Buku ini merupakan buku unik yang di halaman pertama kita sudah tahu akhirnya tapi tetap luka dan berdarah saat dibawa lembar demi lembar ke dalam cerita.
Semakin mendekati akhir, semakin terasa sesak di dada, karena walau benar buku ini memang fiksi tapi ia juga membawa realita nyata. Soal hak-hak yang masih diperjuangkan tiap Kamis di depan istana negara.
Menurut Tria, jika ingin betah membaca maka cari buku sesuai panggilan jiwa. Jenis buku di dunia sangat banyak, ditulis oleh penulis-penulis luar biasa.
"PR kita hanya perlu mencari satu bilik di dunia luas ini dimana kita merasa ditimang dan diterima sebaik-baiknya," tukasnya.
"Temukan jiwamu dalam buku dan selamat berlayar di lautan ilmu," kata penghobi membaca genre fiksi, menonton film dan menulis puisi.
Adapun prestasi diraihnya 100 Besar Puisi Terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Nasional oleh Event Menulis Nasional 2023, Oktofinalis Debat Bahasa Inggris tingkat nasional dalam National University Debating Championship (NUDC) tahun 2020 oleh Puspresnas, Kemendikbudristek.
Juara 3 Debat Bahasa Inggris Poliban Open Debate 2020 oleh Politeknik Negeri Banjarmasin. Juara 2 Debate Bahasa Inggris MTQM tingkat Universitas Lambung Mangkurat tahun 2019. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tria-Mellinia-Satya-Pratiwi.jpg)