Serambi Ummah
Jaga Konsumsi Makanan Berbau Tajam di Bulan Ramadan
Selama Ramadan, umat Muslim diajarkan menjaga kesucian diri, baik dari segi perilaku, perkataan maupun makanan yang dikonsumsi.
Penulis: Muhammad Andra Ramadhan | Editor: Rahmadhani
Dari kacamatanya sejarah Islam, Rasulullah Shallallahu dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Banyak hadist, beliau mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan kebersihan tubuh dan mulut, terutama saat beribadah,” ungkapnya.
Diriwayatkan,”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Salam tidak melarang secara mutlak makanan yang berbau tajam, tetapi beliau menekankan pentingnya menjaga kenyamanan sesama.
“Ketika seseorang telah memakannya, maka dianjurkan untuk membersihkan mulutnya terlebih dahulu sebelum pergi ke masjid,” katanya.
Sebagai seorang muslim yang menjalankan ibadah puasa, menjaga adab dalam makan dan berinteraksi dengan orang lain menjadi bagian penting dari ibadah itu sendiri.
KH Nursyaid Ramli ini menegaskan Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan, termasuk dalam urusan konsumsi makanan.
“Jika kita ingin mengonsumsi makanan berbau tajam, silakan saja, karena itu tidak haram. Tetapi, kita juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan menghormati orang lain, terutama saat beribadah di masjid,” pesannya.
Dengan menerapkan adab yang baik, umat Islam tidak hanya bisa menikmati makanan favoritnya, tetapi juga tetap menjaga kenyamanan dan kebersihan di lingkungan sekitar.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun kesadaran akan pentingnya adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a’lam bishawab,” katanya.
Pilih yang Lebih Segar
Sheriil Fajar Aqila Putri, warga Sungai Ulin, Banjarbaru, mengakui, dia menghindari makanan berbau tajam, terutama saat Ramadan.
Karena menurutnya, makanan seperti itu bisa menyebabkan rasa perih di perut dan mengganggu kenyamanan selama menjalankan ibadah puasa.
“Kebetulan saya memang tidak suka makanan berbau menyengat, apalagi saat puasa, karena terkadang bisa membuat perut perih,” ungkapnya.
Dia menambahkan sejak dulu, dirinya tidak memiliki kebiasaan langsung makan nasi saat berbuka.
“Yahh saya lebih memilih makanan ringan seperti buah atau minuman yang menyegarkan sebelum makan berat,” katanya.
“Biasanya, kalaupun harus memasak makanan berbau menyengat, saya akan melakukannya saat orang tidak ada di rumah atau sepi, apalagi ngolah sambal,” katanya.
| Ulama Idealnya Tidak Meminta, Ustadz H Abdul Hafiz Ungkap Rahasia Jaga Keikhlasan |
|
|---|
| Membantu Tak Harapkan Imbalan, Ustadz Hadi Purwanto Pegang Prinsip Pandai Bersyukur |
|
|---|
| Hukum Jasa Makelar dalam Islam, Ustadz Abdul Karim Ingatkan Syariat Jual Beli |
|
|---|
| LGBT Bukan Fitrah Manusia, Jelas Haram, Ustadz Zulkifli : Penyimpangan dan Dosa Besar |
|
|---|
| Hukum Biaya Tukar Uang, Ustadz Musthofal Fitri : Bedakan Nilai Tukar dan Upah Jasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/petai_20170314_142021.jpg)