Lebaran 2025

Saling Maaf-memaafkan Sudah Tradisi, Idulfitri 2025 Momen Kumpul Keluarga

Usai acara keluarga, Fakhrian melanjutkan silaturahmi ke rumah tetangga, ketua RT, serta warga sekitar untuk bermaaf-maafan saat Lebaran

Tayang:
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Rahmadhani
Freepik
MOMEN KEBAHAGIAAN - Ilustrasi Idul Fitri. Idul Fitri menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Banua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idulfitri, berbagai tradisi khas mulai dilakukan masyarakat, termasuk di keluarga Fazlur Rahman, anggota Bawaslu Tapin.

Tradisi yang dilakukan pun beragam, mulai dari zakat fitrah, saling memaafkan, hingga mengenakan baju baru.

Menurut Fazlur, zakat fitrah bukan sekadar tradisi, melainkan kewajiban dalam Islam yang harus ditunaikan.

“Distribusi zakat bisa melalui amil yang berwenang atau disalurkan langsung kepada penerima yang termasuk dalam asnaf,” ujarnya.

Selain itu, momen saling memaafkan juga menjadi bagian penting dalam Lebaran. “Ucapan ‘Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin’ sudah menjadi kebiasaan. Kadang disertai teks Arab seperti minal aidin wal faizin,” ucapnya.

Terkait baju baru, di keluarganya hal ini tidak menjadi keharusan.

Baca juga: Lebaran 2025 Hari Minggu atau Senin? Hasil Sidang Isbat Akan Diumumkan Pemerintah Sabtu ini

Baca juga: Bacaan Niat dan Cara Mandi Hari Raya Idul Fitri 2025 Sebelum Sholat Ied, Amalan Sunnah Hari Lebaran

“Kadang beli baru, kadang tidak. Bisa saja baju yang sudah dibeli sebelum Ramadan tetap digunakan sebagai baju Lebaran,” katanya.

Selain ibadah wajib seperti salat Idulfitri, keluarganya juga menjalankan beberapa sunnah Rasul, seperti mandi sebelum salat Id, makan pagi sebelum berangkat ke masjid, dan bersilaturahmi dengan keluarga serta tetangga.

“Biasanya di rumah orangtua berkumpul semua anggota keluarga. Ada adik yang masih tinggal di rumah orangtua, kakak dengan istrinya, serta anak-anak mereka. Saya sendiri bersama istri juga ikut berkumpul,” ujarnya.

Suasana Lebaran pun semakin meriah dengan sajian khas.

“Kuliner spesial seperti ketupat dan opor ayam pasti ada. Tradisi ini terus dipertahankan karena menjadi bagian dari kebersamaan,” katanya.

Suasana Idulfitri selalu menjadi momen spesial bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, termasuk Ketua KPU Tapin, Fakhrian Noor, yang merayakan hari kemenangan bersama keluarga besarnya di lingkungan tempat tinggalnya, Jalan MTQ, Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara.

Fakhrian menceritakan, Lebaran dimulai dengan salat Idulfitri yang biasa dilaksanakan di masjid atau lapangan bersama warga sekitar. Setelah itu, ia dan keluarganya berkumpul di rumah salah satu saudara untuk bersilaturahmi, makan bersama, dan berbagi rezeki dengan anak-anak kecil.

“Kami sekeluarga masih menjaga tradisi ini. Setelah salat Id, kami berkumpul di rumah adik, di sana ada keluarga besar, dari mamak, acil-acil, tante, sampai anak-anak dan cucu. Ada tiga generasi yang berkumpul,” katanya.

Usai acara keluarga, Fakhrian melanjutkan silaturahmi ke rumah tetangga, ketua RT, serta warga sekitar untuk bermaaf-maafan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved